{"id":11311,"date":"2024-10-03T09:18:30","date_gmt":"2024-10-03T02:18:30","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/?p=11311"},"modified":"2024-10-03T09:18:30","modified_gmt":"2024-10-03T02:18:30","slug":"indonesia-menjadi-pionir-transformasi-pendidikan-berbasis-teknologi-di-tingkat-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=11311","title":{"rendered":"Indonesia Menjadi Pionir Transformasi Pendidikan Berbasis Teknologi di Tingkat Global"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_11312\" aria-describedby=\"caption-attachment-11312\" style=\"width: 392px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-11312\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-02-at-17.00.13-1024x682.jpeg\" alt=\"\" width=\"392\" height=\"261\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-02-at-17.00.13-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-02-at-17.00.13-300x200.jpeg 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-02-at-17.00.13-768x512.jpeg 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-02-at-17.00.13-1536x1023.jpeg 1536w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-02-at-17.00.13.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 392px) 100vw, 392px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11312\" class=\"wp-caption-text\">Mendikbudristek Nadiem Makarim memaparkan transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia dalam acara Gateways Study Visit Indonesia 2024. (Foto: Kemendikbudristek).<\/figcaption><\/figure>\n<p>(Sanur, Bali, Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai teladan global dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi melalui program Merdeka Belajar. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, intervensi teknologi telah menyederhanakan administrasi pendidikan, memungkinkan guru dan kepala sekolah lebih fokus pada pembelajaran yang berpusat pada murid. Hal ini dipaparkan dalam acara Gateways Study Visit Indonesia (GSVI) 2024, di hadapan delegasi dari 20 negara dan 9 organisasi internasional di Bali, Rabu (02\/10\/2024).<br \/>\n\u201cKami berhasil menggunakan teknologi untuk menyeimbangkan sistem pendidikan, sehingga meningkatkan kolaborasi antara tenaga pendidik dan pejabat pendidikan, serta meningkatkan kualitas layanan bagi siswa,\u201d ujar Nadiem.<br \/>\nTransformasi ini didukung dengan pengembangan teknologi yang membebaskan para guru dari beban administrasi, sehingga fokus mereka dapat dialihkan sepenuhnya kepada murid. Strategi ini sejalan dengan inisiatif UNESCO dan UNICEF untuk memperkuat kolaborasi antarnegara dalam menghadapi tantangan pendidikan global.<br \/>\nDalam sesi diskusi yang dimoderatori oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah, Frank Van Cappelle dari UNICEF menyoroti pentingnya inovasi berbasis bukti yang telah dilakukan Indonesia, sementara Mark West dari UNESCO menekankan inklusivitas dalam transformasi digital pendidikan yang diinisiasi Indonesia. Ekonom Senior dari World Bank, Shinsaku Nomura, menekankan bahwa investasi dalam sumber daya manusia melalui pendidikan digital adalah langkah strategis untuk keberlanjutan ekonomi.<br \/>\nNadiem mengakhiri diskusi dengan optimisme, menyebut bahwa produk-produk teknologi buatan Kemendikbudristek kini telah membantu ratusan ribu guru berperan aktif dalam transformasi digital, yang menjadi fondasi masa depan pendidikan Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Sanur, Bali, Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai teladan global dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi melalui program Merdeka Belajar. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, intervensi teknologi telah menyederhanakan administrasi pendidikan, memungkinkan guru dan kepala sekolah lebih fokus pada pembelajaran yang berpusat pada murid. Hal ini dipaparkan dalam acara Gateways Study Visit Indonesia (GSVI) 2024, di hadapan delegasi dari 20 negara dan 9 organisasi internasional di Bali, Rabu (02\/10\/2024). \u201cKami berhasil menggunakan teknologi untuk menyeimbangkan sistem pendidikan, sehingga meningkatkan kolaborasi antara tenaga pendidik dan pejabat pendidikan, serta meningkatkan kualitas layanan bagi siswa,\u201d ujar Nadiem. Transformasi ini didukung dengan pengembangan teknologi yang membebaskan para guru dari beban administrasi, sehingga fokus mereka dapat dialihkan sepenuhnya kepada murid. Strategi ini sejalan dengan inisiatif UNESCO dan UNICEF untuk memperkuat kolaborasi antarnegara dalam menghadapi tantangan pendidikan global. Dalam sesi diskusi yang dimoderatori oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah, Frank Van Cappelle dari UNICEF menyoroti pentingnya inovasi berbasis bukti yang telah dilakukan Indonesia, sementara Mark West dari UNESCO menekankan inklusivitas dalam transformasi digital pendidikan yang diinisiasi Indonesia. Ekonom Senior dari World Bank, Shinsaku Nomura, menekankan bahwa investasi dalam sumber daya manusia melalui pendidikan digital adalah langkah strategis untuk keberlanjutan ekonomi. Nadiem mengakhiri diskusi dengan optimisme, menyebut bahwa produk-produk teknologi buatan Kemendikbudristek kini telah membantu ratusan ribu guru berperan aktif dalam transformasi digital, yang menjadi fondasi masa depan pendidikan Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":11312,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[4797,1144,658,687,4795,4796,1010,1449,1069],"class_list":["post-11311","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-berbasis-teknologi","tag-indonesia","tag-mendikbudristek","tag-nadiem-makarim","tag-pionir","tag-transformasi-penddikan","tag-unesco","tag-unicef","tag-world-bank"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11311"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11311\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11314,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11311\/revisions\/11314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11312"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}