{"id":11914,"date":"2024-11-14T09:18:43","date_gmt":"2024-11-14T02:18:43","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/?p=11914"},"modified":"2024-11-14T09:19:34","modified_gmt":"2024-11-14T02:19:34","slug":"mendikdasmen-dorong-guru-matematika-ciptakan-pembelajaran-menyenangkan-dan-bermakna-bagi-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=11914","title":{"rendered":"Mendikdasmen Dorong Guru Matematika Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna bagi Siswa"},"content":{"rendered":"<p>(Yogyakarta, Itjen Kemendikdasmen) \u2013 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&#8217;ti, menutup Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2024 di Yogyakarta dengan penekanan pentingnya transformasi dalam pengajaran matematika. Bertemakan &#8220;Transformasi Kompetensi Guru Matematika di Era Disrupsi Teknologi,&#8221; seminar ini diadakan di Aula Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DI Yogyakarta, dengan partisipasi lebih dari 600 guru matematika dari berbagai wilayah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11910\" aria-describedby=\"caption-attachment-11910\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignright\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-11910\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-13-at-19.51.38-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-13-at-19.51.38-300x200.jpeg 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-13-at-19.51.38-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-13-at-19.51.38-768x512.jpeg 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-13-at-19.51.38-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-13-at-19.51.38-2048x1365.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11910\" class=\"wp-caption-text\">Mendikdasmen: &#8220;Kita harus menghapus stigma matematika sebagai pembelajaran yang sulit dan menakutkan bagi murid.\u201d (Foto: Kemendikdasmen).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam sambutannya, Menteri Mu&#8217;ti menyampaikan bahwa matematika bukan sekadar ilmu hitung, tetapi jembatan bagi pemahaman ilmu pengetahuan lainnya. &#8220;Matematika perlu diajarkan dengan cara yang menggembirakan agar siswa tidak merasa takut dan justru tertarik,&#8221; ujar Menteri Mu&#8217;ti pada Rabu, (13\/11\/2024). Menurutnya, pengajaran matematika yang menyenangkan dapat mengubah stigma negatif, menjadikan siswa lebih antusias, dan menciptakan pola pikir yang logis serta analitis.<\/p>\n<p>Mendikdasmen juga menekankan pentingnya mengenalkan matematika kepada anak sejak dini, bahkan sejak tingkat taman kanak-kanak. &#8220;Matematika bukan hanya soal menghitung, tetapi juga melatih motorik dan logika yang berperan penting dalam perkembangan berpikir siswa,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Menutup acara, Menteri Mu&#8217;ti mengajak para guru untuk terus berinovasi dan memotivasi siswa dalam mempelajari matematika. &#8220;Kita harus menyampaikan ilmu matematika dengan penuh makna, sehingga anak-anak dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan mereka,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Acara ini turut dihadiri oleh Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat; Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani; serta Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Iwan Syahril. Seminar ini diharapkan menjadi titik tolak bagi peningkatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang relevan di era teknologi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Yogyakarta, Itjen Kemendikdasmen) \u2013 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&#8217;ti, menutup Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2024 di Yogyakarta dengan penekanan pentingnya transformasi dalam pengajaran matematika. Bertemakan &#8220;Transformasi Kompetensi Guru Matematika di Era Disrupsi Teknologi,&#8221; seminar ini diadakan di Aula Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DI Yogyakarta, dengan partisipasi lebih dari 600 guru matematika dari berbagai wilayah. Dalam sambutannya, Menteri Mu&#8217;ti menyampaikan bahwa matematika bukan sekadar ilmu hitung, tetapi jembatan bagi pemahaman ilmu pengetahuan lainnya. &#8220;Matematika perlu diajarkan dengan cara yang menggembirakan agar siswa tidak merasa takut dan justru tertarik,&#8221; ujar Menteri Mu&#8217;ti pada Rabu, (13\/11\/2024). Menurutnya, pengajaran matematika yang menyenangkan dapat mengubah stigma negatif, menjadikan siswa lebih antusias, dan menciptakan pola pikir yang logis serta analitis. Mendikdasmen juga menekankan pentingnya mengenalkan matematika kepada anak sejak dini, bahkan sejak tingkat taman kanak-kanak. &#8220;Matematika bukan hanya soal menghitung, tetapi juga melatih motorik dan logika yang berperan penting dalam perkembangan berpikir siswa,&#8221; jelasnya. Menutup acara, Menteri Mu&#8217;ti mengajak para guru untuk terus berinovasi dan memotivasi siswa dalam mempelajari matematika. &#8220;Kita harus menyampaikan ilmu matematika dengan penuh makna, sehingga anak-anak dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan mereka,&#8221; tuturnya. Acara ini turut dihadiri oleh Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat; Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani; serta Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Iwan Syahril. Seminar ini diharapkan menjadi titik tolak bagi peningkatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang relevan di era teknologi. &nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":11910,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[4984,1399,4983,4982,4893,1215,4881,729,2582],"class_list":["post-11914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-balai-besar-guru-penggerak","tag-bbgp","tag-era-disrupsi-teknologi","tag-interkoneksi-ilmu-pengetahuan","tag-kemendikdasmen","tag-matematika","tag-mendikdasmen","tag-pembelajaran","tag-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11914"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11917,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11914\/revisions\/11917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11910"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}