{"id":11976,"date":"2024-11-22T20:25:47","date_gmt":"2024-11-22T13:25:47","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/?p=11976"},"modified":"2024-11-22T20:25:47","modified_gmt":"2024-11-22T13:25:47","slug":"mendikdasmen-dorong-integrasi-kebudayaan-dan-peningkatan-kualitas-guru-dalam-transformasi-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=11976","title":{"rendered":"Mendikdasmen Dorong Integrasi Kebudayaan dan Peningkatan Kualitas Guru dalam Transformasi Pendidikan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_11977\" aria-describedby=\"caption-attachment-11977\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignright\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-11977\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/LAY_4687-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/LAY_4687-300x200.jpg 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/LAY_4687-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/LAY_4687-768x512.jpg 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/LAY_4687-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/LAY_4687-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11977\" class=\"wp-caption-text\">Mendikdasmen dalam dalam Seminar Internasional yang berlangsung di UIN Syarif Hidayatullah. (Foto: Kemendikdasmen).<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>(Tangerang Selatan, Itjen Kemendikdasmen)<\/strong> \u2013 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu\u2019ti, menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam transformasi pendidikan nasional. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Internasional bertajuk <em>\u201cTransformasi Pendidikan sebagai Upaya Mempertahankan Nilai Kebudayaan dalam Masyarakat Indonesia pada Era Modernisasi\u201d<\/em> yang berlangsung di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan.<\/p>\n<p>Menteri Mu\u2019ti menyoroti peran guru sebagai pilar utama pendidikan yang tak tergantikan oleh teknologi. \u201cTeknologi penting, tetapi guru adalah kunci pembelajaran. Karena itu, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru menjadi prioritas kami,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan perlunya mempertahankan dan memanfaatkan keberagaman budaya Indonesia dalam proses pendidikan. \u201cBudaya kita adalah aset berharga yang harus menjadi landasan dalam menciptakan generasi modern tanpa kehilangan jati diri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Selain fokus pada budaya, Menteri Mu\u2019ti menggarisbawahi pentingnya soft skills, seperti kemampuan berpikir kritis, adaptasi, dan komunikasi, dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.<\/p>\n<p>Terkait peningkatan kualitas guru, Menteri Mu\u2019ti mengumumkan bahwa pada tahun 2025, 606 ribu guru akan menerima tunjangan sertifikasi. Selain itu, sebanyak 850 ribu guru akan mengikuti Program Profesi Guru (PPG) untuk meningkatkan kompetensi mereka. &#8220;Ini bukan sekadar janji, tetapi komitmen yang sudah mendapat persetujuan DPR. Kami berharap pada tahun 2026, sertifikasi untuk guru ini dapat rampung,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Melalui langkah-langkah strategis ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berharap dapat mewujudkan pendidikan yang tidak hanya modern, tetapi juga berakar pada kebudayaan bangsa, guna menciptakan generasi unggul di era digital.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Tangerang Selatan, Itjen Kemendikdasmen) \u2013 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu\u2019ti, menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam transformasi pendidikan nasional. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Internasional bertajuk \u201cTransformasi Pendidikan sebagai Upaya Mempertahankan Nilai Kebudayaan dalam Masyarakat Indonesia pada Era Modernisasi\u201d yang berlangsung di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan. Menteri Mu\u2019ti menyoroti peran guru sebagai pilar utama pendidikan yang tak tergantikan oleh teknologi. \u201cTeknologi penting, tetapi guru adalah kunci pembelajaran. Karena itu, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru menjadi prioritas kami,\u201d ujarnya. Ia juga menekankan perlunya mempertahankan dan memanfaatkan keberagaman budaya Indonesia dalam proses pendidikan. \u201cBudaya kita adalah aset berharga yang harus menjadi landasan dalam menciptakan generasi modern tanpa kehilangan jati diri,\u201d tegasnya. Selain fokus pada budaya, Menteri Mu\u2019ti menggarisbawahi pentingnya soft skills, seperti kemampuan berpikir kritis, adaptasi, dan komunikasi, dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Terkait peningkatan kualitas guru, Menteri Mu\u2019ti mengumumkan bahwa pada tahun 2025, 606 ribu guru akan menerima tunjangan sertifikasi. Selain itu, sebanyak 850 ribu guru akan mengikuti Program Profesi Guru (PPG) untuk meningkatkan kompetensi mereka. &#8220;Ini bukan sekadar janji, tetapi komitmen yang sudah mendapat persetujuan DPR. Kami berharap pada tahun 2026, sertifikasi untuk guru ini dapat rampung,&#8221; paparnya. Melalui langkah-langkah strategis ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berharap dapat mewujudkan pendidikan yang tidak hanya modern, tetapi juga berakar pada kebudayaan bangsa, guna menciptakan generasi unggul di era digital. &nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":11977,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[4871,5037,5034,4893,4881,5036,5035,5039,994,5038],"class_list":["post-11976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-abdul-muti","tag-era-modernisasi","tag-integrasi-kebudayaan","tag-kemendikdasmen","tag-mendikdasmen","tag-nilai-kebudayaan","tag-peningkatan-kualitas-guru","tag-seminar-internasional","tag-transformasi-pendidikan","tag-uin-syarif-hidayatullah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11976"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11979,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11976\/revisions\/11979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}