{"id":12050,"date":"2024-12-09T14:58:01","date_gmt":"2024-12-09T07:58:01","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/?p=12050"},"modified":"2024-12-09T14:58:01","modified_gmt":"2024-12-09T07:58:01","slug":"tracer-study-smk-2024-capai-rekor-partisipasi-dorong-kebijakan-pendidikan-vokasi-yang-lebih-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=12050","title":{"rendered":"Tracer Study SMK 2024 Capai Rekor Partisipasi, Dorong Kebijakan Pendidikan Vokasi yang Lebih Efektif"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_12051\" aria-describedby=\"caption-attachment-12051\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignright\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-12051\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-12-07-at-16.43.47-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-12-07-at-16.43.47-300x169.jpeg 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-12-07-at-16.43.47-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-12-07-at-16.43.47-768x432.jpeg 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-12-07-at-16.43.47-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-12-07-at-16.43.47.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12051\" class=\"wp-caption-text\">Rakor Kelompok Kerja Nasional Penelusuran Lulusan SMK berlangsung 4\u20136 Desember 2024 di Jakarta. (Foto: Kemendikdasmen).<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>(Jakarta Itjen Kemendikdasmen)<\/strong> \u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, berhasil mencatat tren positif dalam pelaksanaan <em>tracer study<\/em> atau penelusuran lulusan SMK tahun 2024.<\/p>\n<p>Pada Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Nasional Penelusuran Lulusan SMK yang berlangsung 4\u20136 Desember 2024 di Jakarta, Direktur Mitras DUDI, Adi Nuryanto, memaparkan pencapaian yang menggembirakan. Tingkat partisipasi sekolah dalam tracer study meningkat dari 66,68% pada 2022, menjadi 83,80% pada 2023, dan mencapai 95,88% pada 2024.<\/p>\n<p>\u201cKemajuan ini mencerminkan kerja keras semua pihak dalam memperbaiki kualitas pendidikan vokasi. Data tracer study ini menjadi alat penting untuk mengevaluasi dampak pendidikan vokasi, apakah lulusan bekerja, melanjutkan studi, atau memulai wirausaha,\u201d ujar Adi dalam sambutannya pada Jumat (06\/12\/2024).<\/p>\n<p>Selain itu, Adi menekankan bahwa data <em>tracer study<\/em> digunakan untuk menyusun rapor pendidikan, mendukung pengembangan mutu oleh BBPPMPV, hingga analisis kebijakan. \u201cSebagai contoh, data 2023 telah membantu memetakan mobilitas lulusan di dunia kerja, memberikan gambaran yang lebih akurat untuk pengambilan kebijakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sulistio Mukti Cahyono, Ketua Tim Penyelarasan Vokasi, turut menegaskan pentingnya program ini. \u201cData <em>tracer study<\/em> memberikan gambaran outcome pendidikan vokasi, sehingga menjadi landasan strategis dalam meningkatkan kualitas SMK di masa depan,\u201d ungkap Sulis.<\/p>\n<p>Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi, BBPPMPV, akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta, dan tim pengembang platform <em>tracer study<\/em> SMK. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat relevansi pendidikan vokasi terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, mewujudkan lulusan SMK yang kompetitif di era global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Jakarta Itjen Kemendikdasmen) \u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, berhasil mencatat tren positif dalam pelaksanaan tracer study atau penelusuran lulusan SMK tahun 2024. Pada Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Nasional Penelusuran Lulusan SMK yang berlangsung 4\u20136 Desember 2024 di Jakarta, Direktur Mitras DUDI, Adi Nuryanto, memaparkan pencapaian yang menggembirakan. Tingkat partisipasi sekolah dalam tracer study meningkat dari 66,68% pada 2022, menjadi 83,80% pada 2023, dan mencapai 95,88% pada 2024. \u201cKemajuan ini mencerminkan kerja keras semua pihak dalam memperbaiki kualitas pendidikan vokasi. Data tracer study ini menjadi alat penting untuk mengevaluasi dampak pendidikan vokasi, apakah lulusan bekerja, melanjutkan studi, atau memulai wirausaha,\u201d ujar Adi dalam sambutannya pada Jumat (06\/12\/2024). Selain itu, Adi menekankan bahwa data tracer study digunakan untuk menyusun rapor pendidikan, mendukung pengembangan mutu oleh BBPPMPV, hingga analisis kebijakan. \u201cSebagai contoh, data 2023 telah membantu memetakan mobilitas lulusan di dunia kerja, memberikan gambaran yang lebih akurat untuk pengambilan kebijakan,\u201d jelasnya. Sulistio Mukti Cahyono, Ketua Tim Penyelarasan Vokasi, turut menegaskan pentingnya program ini. \u201cData tracer study memberikan gambaran outcome pendidikan vokasi, sehingga menjadi landasan strategis dalam meningkatkan kualitas SMK di masa depan,\u201d ungkap Sulis. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi, BBPPMPV, akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta, dan tim pengembang platform tracer study SMK. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat relevansi pendidikan vokasi terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, mewujudkan lulusan SMK yang kompetitif di era global.<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":12051,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[3673,5093,2604,5092,760,5091,939,5090],"class_list":["post-12050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-3673","tag-efektif","tag-kebijakan","tag-partisipasi","tag-pendidikan-vokasi","tag-rekor","tag-smk","tag-tracer-study"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12050"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12050\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12053,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12050\/revisions\/12053"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12051"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}