{"id":12215,"date":"2025-01-22T15:06:57","date_gmt":"2025-01-22T08:06:57","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/?p=12215"},"modified":"2025-01-22T15:06:57","modified_gmt":"2025-01-22T08:06:57","slug":"berisik-soal-kebinekaan-2024-semangat-kebinekaan-yang-membara-di-kota-palembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=12215","title":{"rendered":"BERISIK soal Kebinekaan 2024: Semangat Kebinekaan yang Membara di Kota Palembang"},"content":{"rendered":"<p>(Palembang, Itjen Kemendikbudristek) \u2014 Suasana meriah saat Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Itjen Kemendikbudristek) sukses menggelar acara BERISIK 2024 di Hotel Novotel, Jumat (30\/08\/2024) di Kota Palembang. Melalui <em>talkshow<\/em> inspiratif dengan kehadiran empat tokoh terkemuka, yaitu Ibu Chatarina Muliana, Habib Husein Ja\u2019far Al Hadar, Bhante Dhirapu\u00f1\u00f1o, dan Mamat Alkatiri.<\/p>\n<p>Sebanyak 94 peserta memadati ruangan terbuka dengan suasana meriah. Dimulai pukul 14.00 WIB, para peserta berkesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan kreatif, mulai dari merangkai gelang <em>beads<\/em>, melukis <em>tote bag<\/em>, hingga sketsa wajah. Tidak hanya itu, setiap peserta juga menerima kaos hitam bertuliskan \u201cMerdeka Belajar\u201d dan <em>backpack<\/em>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_12230\" aria-describedby=\"caption-attachment-12230\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-12230\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/19-berita-berisik-palembang-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/19-berita-berisik-palembang-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/19-berita-berisik-palembang-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/19-berita-berisik-palembang-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/19-berita-berisik-palembang-1.jpg 1379w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12230\" class=\"wp-caption-text\">Beberapa Peserta sedang Melukis Tote Bag, Jumat (30\/08\/2024). (Foto: Inspektorat\u00a0Jenderal)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Momen yang paling dinantikan tiba saat pengumuman pemenang lomba. Ada tiga pemenang untuk jargon, tiga pemenang untuk melukis <em>totebag<\/em>, dan dua penanya terbaik yang dipilih langsung oleh Habib Ja&#8217;far dan Bhante Dhirapu\u00f1\u00f1o.<\/p>\n<p>Jargon \u201cBERISIK PALEMBANG 2024! Begesahnyo ladas nian. Wong kito? Menghargoi sesamo, bedulur galo\u201d diusung oleh Nadhira Syakira Kilimanjaro dari Politeknik Negeri Sriwijaya yang menunjukkan kebanggaan orang Palembang akan identitas mereka dengan saling menghargai dan mempererat persaudaraan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_12231\" aria-describedby=\"caption-attachment-12231\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-12231\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/20-berita-berisik-palembang-2-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/20-berita-berisik-palembang-2-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/20-berita-berisik-palembang-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/20-berita-berisik-palembang-2-768x432.jpg 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/20-berita-berisik-palembang-2.jpg 1379w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12231\" class=\"wp-caption-text\">Nadhira, Pemenang Lomba Jargon, Menyerukan Jargon Berisik Palembang 2024, Diikuti oleh Semua Peserta, Jumat (30\/08\/2024). (Foto: Inspektorat\u00a0Jenderal)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sekitar pukul 16.00 WIB, suasana semakin hidup dengan kehadiran para pembicara. Mereka memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya kebinekaan dalam kehidupan sehari-hari dengan gayanya masing-masing. Chatarina Muliana mengedepankan perspektif yang mendalam dan penuh pemahaman. Habib Ja\u2019far menyampaikan pandangannya dengan kebijaksanaan dan penuh inspirasi. Bhante Dhirapu\u00f1\u00f1o menggunakan kata-kata bijak yang memotivasi dan memberikan pencerahan. Sementara itu, Mamat menggabungkan wawasan yang tajam dengan sentuhan humor yang membuat pembicaraannya lebih hidup.<\/p>\n<figure id=\"attachment_12232\" aria-describedby=\"caption-attachment-12232\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-12232\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/21-berita-berisik-palembang-3-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/21-berita-berisik-palembang-3-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/21-berita-berisik-palembang-3-300x200.jpg 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/21-berita-berisik-palembang-3-768x512.jpg 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/21-berita-berisik-palembang-3.jpg 1379w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12232\" class=\"wp-caption-text\">Keempat Pembicara Membagikan Wawasan dan Pengalaman tentang Kebinekaan, Jumat (30\/08\/2024). (Foto: Inspektorat\u00a0Jenderal)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam sesi penutup, keempat pembicara memberikan <em>closing statement<\/em>. Habib Ja\u2019far mengingatkan, \u201cManusia diciptakan dengan cinta oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, sedangkan kebencian bukanlah bibit yang telah ditanam oleh Tuhan. Radikalisme dan intoleransi muncul karena diamnya orang-orang yang toleran. Maka, jadilah duta toleransi di kampung, kampus, dan utamanya di media sosial.\u201d<\/p>\n<p>Bhante menekankan bahwa, \u201cKedamaian dan keharmonisan bisa terwujud apabila akarnya adalah menghargai sebuah kehidupan. Penuhi pikiran dengan cinta kasih, jangan sekali-kali masukkan kebencian. Toleransi mungkin berat, tapi bukan berarti tidak bisa. Hidup ini penuh tantangan dan rintangan. Jadi, sebagai manusia tidak hanya berkembang biak, tetapi juga harus berkembang baik.\u201d<\/p>\n<p>\u201cMengenal satu sama lain, itu kata kunci untuk menghindari kebencian. Homogen menyebabkan intoleransi karena kita tidak mengenal orang di luar kelompok kita. Semakin sering dan semakin banyak kita mengenal orang lain, semakin hilang rasa takut atau curiga,\u201d ujar Mamat dalam memberikan solusi dalam intoleransi.<\/p>\n<p>Chatarina menegaskan kembali pandangannya, \u201cMakna kebinekaan harus kita pandang sebagai suatu rahmat, berkah, dan berkat yang Tuhan berikan. Jadi, jangan dipertentangkan atau dianggap sesuatu yang salah. Kalau kita sudah melihat bahwa memahami perbedaan itu adalah suatu bentuk karunia maka kita pasti tidak akan mempertentangkan itu. Jadi, memang tidak ada mayoritas dan minoritas. Semua manusia yang ada di hadapan kita harus dicintai seperti kita mencintai diri kita sendiri.\u201d<\/p>\n<figure id=\"attachment_12233\" aria-describedby=\"caption-attachment-12233\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-12233\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/22-berita-berisik-palembang-4-1024x582.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"364\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/22-berita-berisik-palembang-4-1024x582.jpg 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/22-berita-berisik-palembang-4-300x171.jpg 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/22-berita-berisik-palembang-4-768x437.jpg 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/22-berita-berisik-palembang-4.jpg 1379w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12233\" class=\"wp-caption-text\">Penutupan dengan Foto Bersama antara Pembicara dan Seluruh Peserta, Jumat (30\/08\/2024). (Foto: Inspektorat\u00a0Jenderal)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Acara ditutup dengan sesi foto bersama, wawancara eksklusif, dan video singkat yang menampilkan para peserta menyuarakan jargon. Acara ini diakhiri dengan penuh keceriaan dan semangat, menandakan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebinekaan dan kebersamaan yang sudah lama tertanam dalam budaya Indonesia. BERISIK 2024 tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Palembang, Itjen Kemendikbudristek) \u2014 Suasana meriah saat Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Itjen Kemendikbudristek) sukses menggelar acara BERISIK 2024 di Hotel Novotel, Jumat (30\/08\/2024) di Kota Palembang. Melalui talkshow inspiratif dengan kehadiran empat tokoh terkemuka, yaitu Ibu Chatarina Muliana, Habib Husein Ja\u2019far Al Hadar, Bhante Dhirapu\u00f1\u00f1o, dan Mamat Alkatiri. Sebanyak 94 peserta memadati ruangan terbuka dengan suasana meriah. Dimulai pukul 14.00 WIB, para peserta berkesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan kreatif, mulai dari merangkai gelang beads, melukis tote bag, hingga sketsa wajah. Tidak hanya itu, setiap peserta juga menerima kaos hitam bertuliskan \u201cMerdeka Belajar\u201d dan backpack. Momen yang paling dinantikan tiba saat pengumuman pemenang lomba. Ada tiga pemenang untuk jargon, tiga pemenang untuk melukis totebag, dan dua penanya terbaik yang dipilih langsung oleh Habib Ja&#8217;far dan Bhante Dhirapu\u00f1\u00f1o. Jargon \u201cBERISIK PALEMBANG 2024! Begesahnyo ladas nian. Wong kito? Menghargoi sesamo, bedulur galo\u201d diusung oleh Nadhira Syakira Kilimanjaro dari Politeknik Negeri Sriwijaya yang menunjukkan kebanggaan orang Palembang akan identitas mereka dengan saling menghargai dan mempererat persaudaraan. Sekitar pukul 16.00 WIB, suasana semakin hidup dengan kehadiran para pembicara. Mereka memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya kebinekaan dalam kehidupan sehari-hari dengan gayanya masing-masing. Chatarina Muliana mengedepankan perspektif yang mendalam dan penuh pemahaman. Habib Ja\u2019far menyampaikan pandangannya dengan kebijaksanaan dan penuh inspirasi. Bhante Dhirapu\u00f1\u00f1o menggunakan kata-kata bijak yang memotivasi dan memberikan pencerahan. Sementara itu, Mamat menggabungkan wawasan yang tajam dengan sentuhan humor yang membuat pembicaraannya lebih hidup. Dalam sesi penutup, keempat pembicara memberikan closing statement. Habib Ja\u2019far mengingatkan, \u201cManusia diciptakan dengan cinta oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, sedangkan kebencian bukanlah bibit yang telah ditanam oleh Tuhan. Radikalisme dan intoleransi muncul karena diamnya orang-orang yang toleran. Maka, jadilah duta toleransi di kampung, kampus, dan utamanya di media sosial.\u201d Bhante menekankan bahwa, \u201cKedamaian dan keharmonisan bisa terwujud apabila akarnya adalah menghargai sebuah kehidupan. Penuhi pikiran dengan cinta kasih, jangan sekali-kali masukkan kebencian. Toleransi mungkin berat, tapi bukan berarti tidak bisa. Hidup ini penuh tantangan dan rintangan. Jadi, sebagai manusia tidak hanya berkembang biak, tetapi juga harus berkembang baik.\u201d \u201cMengenal satu sama lain, itu kata kunci untuk menghindari kebencian. Homogen menyebabkan intoleransi karena kita tidak mengenal orang di luar kelompok kita. Semakin sering dan semakin banyak kita mengenal orang lain, semakin hilang rasa takut atau curiga,\u201d ujar Mamat dalam memberikan solusi dalam intoleransi. Chatarina menegaskan kembali pandangannya, \u201cMakna kebinekaan harus kita pandang sebagai suatu rahmat, berkah, dan berkat yang Tuhan berikan. Jadi, jangan dipertentangkan atau dianggap sesuatu yang salah. Kalau kita sudah melihat bahwa memahami perbedaan itu adalah suatu bentuk karunia maka kita pasti tidak akan mempertentangkan itu. Jadi, memang tidak ada mayoritas dan minoritas. Semua manusia yang ada di hadapan kita harus dicintai seperti kita mencintai diri kita sendiri.\u201d Acara ditutup dengan sesi foto bersama, wawancara eksklusif, dan video singkat yang menampilkan para peserta menyuarakan jargon. Acara ini diakhiri dengan penuh keceriaan dan semangat, menandakan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebinekaan dan kebersamaan yang sudah lama tertanam dalam budaya Indonesia. BERISIK 2024 tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":12232,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[2790,1454,4688,294,2828,460,467,2832,481,2768,4718,4667,4689],"class_list":["post-12215","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-berbincang-asik","tag-berisik","tag-bhante-dhirapunno","tag-chatarina-muliana","tag-habib-jafar","tag-inspektorat-jenderal","tag-inspektur-jenderal","tag-irjen","tag-itjen","tag-kebinekaan","tag-mamat-alkatiri","tag-palembang","tag-toleransi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12215"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12238,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12215\/revisions\/12238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}