{"id":12557,"date":"2025-09-16T13:16:57","date_gmt":"2025-09-16T06:16:57","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.dikdasmen.go.id\/web\/?p=12557"},"modified":"2025-09-16T13:16:57","modified_gmt":"2025-09-16T06:16:57","slug":"kemendikdasmen-dorong-digitalisasi-pembelajaran-untuk-wujudkan-kelas-interaktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=12557","title":{"rendered":"Kemendikdasmen Dorong Digitalisasi Pembelajaran untuk Wujudkan Kelas Interaktif"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-12558 aligncenter\" src=\"https:\/\/itjen.dikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-16-at-10.47.47-300x168.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"392\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-16-at-10.47.47-300x168.jpeg 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-16-at-10.47.47-1024x575.jpeg 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-16-at-10.47.47-768x431.jpeg 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-16-at-10.47.47-1536x862.jpeg 1536w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-16-at-10.47.47.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Jakarta, 14 September 2025 \u2014 Pendidikan di Indonesia sedang melangkah ke arah baru. Melalui program Digitalisasi Pembelajaran yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), ruang kelas kini hadir lebih dinamis, interaktif, sekaligus merata untuk semua anak di berbagai pelosok negeri. Program ini lahir bukan semata karena tren teknologi, melainkan sebagai respons atas berbagai tantangan pendidikan, mulai dari rendahnya capaian literasi hingga learning loss akibat pandemi.<\/p>\n<p>\u201cDigitalisasi pembelajaran menjadi upaya percepatan agar anak-anak Indonesia bisa mengejar ketertinggalan sekaligus terbiasa dengan keterampilan abad 21,\u201d jelas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto, dalam sebuah program SINIAR eps 12: Digitalisasi Pembelajaran pada kanal YouTube Kemdikdasmen.<\/p>\n<p>Dasar hukum penguatan program ini tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menekankan revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggul, hingga implementasi digitalisasi pembelajaran. Presiden sendiri menegaskan komitmen tersebut dalam pidato Hari Guru Nasional 2024 serta Hari Pendidikan Nasional 2025 dengan menargetkan setiap sekolah memperoleh perangkat Papan Interaktif Pintar (smartboard) yang disebut Interactive Flat Panel (IFP) untuk menunjang proses belajar. Papan interaktif mulai didistribusikan ke sejumlah wilayah. Tahap 1 ditujukan untuk sekolah-sekolah di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Adapun untuk wilayah lainnya, proses distribusi akan dilakukan pada tahap berikutnya.<\/p>\n<p>Berbeda dengan televisi pintar yang hanya menyajikan informasi satu arah, Papan Interaktif Pintar dirancang agar guru dan siswa dapat berkolaborasi langsung melalui layar sentuh. Kontennya bisa berupa teks, video, audio, gamifikasi, bahkan augmented reality. \u201cAnak-anak dapat memutar model jantung, memperbesar, memperkecil, dan menjawab soal interaktif di layar. Semua ini membuat pembelajaran lebih mudah dipahami sekaligus menyenangkan,\u201d jelas Dirjen Gogot.<\/p>\n<p>Digitalisasi Pembelajaran ini tidak hanya berupa perangkat, tetapi juga konten pembelajaran interaktif serta bimbingan teknis bagi guru agar mampu merancang pembelajaran yang kreatif dan inovatif. \u201cIni satu paket. Tidak cukup hanya alat tanpa konten, atau konten tanpa pendampingan. Semuanya terintegrasi,\u201d tambah Gogot.<\/p>\n<p>Testimoni Positif Guru dan Murid atas Manfaat Papan Interaktif Pintar<\/p>\n<p>Manfaat nyata dari digitalisasi pembelajaran juga dirasakan langsung oleh Haryanto, guru Informatika di SMP Negeri 86 Jakarta. Ia menyebut, Papan Interaktif Pintar telah mengubah suasana kelas menjadi jauh lebih hidup. \u201cAnak-anak jadi lebih antusias karena format belajarnya variatif. Mereka yang tadinya malu untuk maju, sekarang berani karena merasa bermain sekaligus belajar. Misalnya ada soal interaktif yang harus digeser jawabannya di papan, mereka berebut ingin mencoba,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain Papan Interaktif Pintar, Haryanto juga menggunakan platform Ruang Murid yang berisi materi dari SD hingga SMA\/SMK, lengkap dengan video, buku digital, laboratorium maya, hingga gim edukasi. \u201cKetika membahas topik perundungan (bullying), saya bisa langsung menampilkan video dari platform, menambahkan gambar dari internet, lalu anak-anak diminta menjelaskan di papan. Mereka excited sekali, seolah-olah jadi tutor sebaya,\u201d ceritanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, kehadiran teknologi justru memperkuat peran guru sebagai desainer pembelajaran. \u201cAlat ini ibarat \u2018jembatan\u2019. Guru tetap kunci, tapi kini punya banyak cara untuk membuat kelas lebih menarik, mendalam, dan menyenangkan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Meski kerap muncul pandangan bahwa digitalisasi hanya cocok untuk sekolah di kota besar, pemerintah memastikan program ini menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). \u201cKami bekerja sama dengan PLN untuk menyediakan panel surya bagi sekolah yang belum punya listrik. Untuk sekolah tanpa internet, kami berikan perangkat tambahan agar tetap terhubung. Bahkan konten interaktif bisa diakses tanpa internet melalui penyimpanan eksternal yang disiapkan khusus,\u201d jelas Gogot.<\/p>\n<p>Selain itu, sistem pelatihan guru juga dibuat berlapis mulai dari pelatihan langsung, webinar, pengimbasan antarguru, hingga modul belajar mandiri di platform digital kementerian. Dengan cara ini, guru didorong untuk cepat beradaptasi dan saling berbagi praktik baik melalui komunitas belajar di sekolah masing-masing. Tak sedikit yang mengkhawatirkan bahwa distribusi perangkat ini hanya formalitas belaka. Menjawab kekhawatiran itu, Gogot menegaskan, pemerintah menggunakan tiga lapis verifikasi agar perangkat benar-benar sampai ke sekolah yang tepat: Data Pokok Pendidikan (Dapodik), validasi dari dinas, serta pernyataan kesediaan dari sekolah penerima.<\/p>\n<p>\u201cDigitalisasi bukan sekadar membagi alat, tapi memastikan mutu pembelajaran merata di seluruh Indonesia. Prinsipnya inklusif, adaptif, dan partisipatif. Semua anak berhak atas layanan pendidikan yang setara,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Haryanto menilai perangkat ini benar-benar memberi dampak positif. \u201cMurid saya bahkan nyeletuk, \u2018Pak, besok kita ke sini lagi ya.\u2019 Itu artinya mereka senang dan merasa belajar jadi lebih seru. Kami pun terbantu karena Papan Interaktif Pintar bisa menggantikan banyak perangkat lain, lebih praktis tanpa kabel dan laptop tambahan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Digitalisasi Pembelajaran kini dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Pilar inklusif menegaskan layanan merata tanpa kesenjangan, pilar adaptif mendorong adopsi teknologi dan keterampilan abad 21, sedangkan pilar partisipatif membuka ruang kontribusi guru dan komunitas dalam mengembangkan konten. \u201cDengan digitalisasi, kita ingin menutup learning loss, memperkuat literasi, sekaligus menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Anak-anak kita tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi dunia,\u201d pungkas Dirjen Gogot.<\/p>\n<p>Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat<br \/>\nSekretariat Jenderal<br \/>\nKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah<\/p>\n<p>Laman: kemendikdasmen.go.id<br \/>\nX: x.com\/Kemdikdasmen<br \/>\nInstagram: instagram.com\/kemendikdasmen<br \/>\nFacebook: facebook.com\/kemendikdasmen<br \/>\nYouTube: KEMDIKDASMEN<br \/>\nPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id<br \/>\nSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id\/pencarian\/siaran-pers<\/p>\n<p>#PendidikanBermutuuntukSemua<br \/>\n#KemendikdasmenRamah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 14 September 2025 \u2014 Pendidikan di Indonesia sedang melangkah ke arah baru. Melalui program Digitalisasi Pembelajaran yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), ruang kelas kini hadir lebih dinamis, interaktif, sekaligus merata untuk semua anak di berbagai pelosok negeri. Program ini lahir bukan semata karena tren teknologi, melainkan sebagai respons atas berbagai tantangan pendidikan, mulai dari rendahnya capaian literasi hingga learning loss akibat pandemi. \u201cDigitalisasi pembelajaran menjadi upaya percepatan agar anak-anak Indonesia bisa mengejar ketertinggalan sekaligus terbiasa dengan keterampilan abad 21,\u201d jelas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto, dalam sebuah program SINIAR eps 12: Digitalisasi Pembelajaran pada kanal YouTube Kemdikdasmen. Dasar hukum penguatan program ini tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menekankan revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggul, hingga implementasi digitalisasi pembelajaran. Presiden sendiri menegaskan komitmen tersebut dalam pidato Hari Guru Nasional 2024 serta Hari Pendidikan Nasional 2025 dengan menargetkan setiap sekolah memperoleh perangkat Papan Interaktif Pintar (smartboard) yang disebut Interactive Flat Panel (IFP) untuk menunjang proses belajar. Papan interaktif mulai didistribusikan ke sejumlah wilayah. Tahap 1 ditujukan untuk sekolah-sekolah di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Adapun untuk wilayah lainnya, proses distribusi akan dilakukan pada tahap berikutnya. Berbeda dengan televisi pintar yang hanya menyajikan informasi satu arah, Papan Interaktif Pintar dirancang agar guru dan siswa dapat berkolaborasi langsung melalui layar sentuh. Kontennya bisa berupa teks, video, audio, gamifikasi, bahkan augmented reality. \u201cAnak-anak dapat memutar model jantung, memperbesar, memperkecil, dan menjawab soal interaktif di layar. Semua ini membuat pembelajaran lebih mudah dipahami sekaligus menyenangkan,\u201d jelas Dirjen Gogot. Digitalisasi Pembelajaran ini tidak hanya berupa perangkat, tetapi juga konten pembelajaran interaktif serta bimbingan teknis bagi guru agar mampu merancang pembelajaran yang kreatif dan inovatif. \u201cIni satu paket. Tidak cukup hanya alat tanpa konten, atau konten tanpa pendampingan. Semuanya terintegrasi,\u201d tambah Gogot. Testimoni Positif Guru dan Murid atas Manfaat Papan Interaktif Pintar Manfaat nyata dari digitalisasi pembelajaran juga dirasakan langsung oleh Haryanto, guru Informatika di SMP Negeri 86 Jakarta. Ia menyebut, Papan Interaktif Pintar telah mengubah suasana kelas menjadi jauh lebih hidup. \u201cAnak-anak jadi lebih antusias karena format belajarnya variatif. Mereka yang tadinya malu untuk maju, sekarang berani karena merasa bermain sekaligus belajar. Misalnya ada soal interaktif yang harus digeser jawabannya di papan, mereka berebut ingin mencoba,\u201d ungkapnya. Selain Papan Interaktif Pintar, Haryanto juga menggunakan platform Ruang Murid yang berisi materi dari SD hingga SMA\/SMK, lengkap dengan video, buku digital, laboratorium maya, hingga gim edukasi. \u201cKetika membahas topik perundungan (bullying), saya bisa langsung menampilkan video dari platform, menambahkan gambar dari internet, lalu anak-anak diminta menjelaskan di papan. Mereka excited sekali, seolah-olah jadi tutor sebaya,\u201d ceritanya. Menurutnya, kehadiran teknologi justru memperkuat peran guru sebagai desainer pembelajaran. \u201cAlat ini ibarat \u2018jembatan\u2019. Guru tetap kunci, tapi kini punya banyak cara untuk membuat kelas lebih menarik, mendalam, dan menyenangkan,\u201d tambahnya. Meski kerap muncul pandangan bahwa digitalisasi hanya cocok untuk sekolah di kota besar, pemerintah memastikan program ini menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). \u201cKami bekerja sama dengan PLN untuk menyediakan panel surya bagi sekolah yang belum punya listrik. Untuk sekolah tanpa internet, kami berikan perangkat tambahan agar tetap terhubung. Bahkan konten interaktif bisa diakses tanpa internet melalui penyimpanan eksternal yang disiapkan khusus,\u201d jelas Gogot. Selain itu, sistem pelatihan guru juga dibuat berlapis mulai dari pelatihan langsung, webinar, pengimbasan antarguru, hingga modul belajar mandiri di platform digital kementerian. Dengan cara ini, guru didorong untuk cepat beradaptasi dan saling berbagi praktik baik melalui komunitas belajar di sekolah masing-masing. Tak sedikit yang mengkhawatirkan bahwa distribusi perangkat ini hanya formalitas belaka. Menjawab kekhawatiran itu, Gogot menegaskan, pemerintah menggunakan tiga lapis verifikasi agar perangkat benar-benar sampai ke sekolah yang tepat: Data Pokok Pendidikan (Dapodik), validasi dari dinas, serta pernyataan kesediaan dari sekolah penerima. \u201cDigitalisasi bukan sekadar membagi alat, tapi memastikan mutu pembelajaran merata di seluruh Indonesia. Prinsipnya inklusif, adaptif, dan partisipatif. Semua anak berhak atas layanan pendidikan yang setara,\u201d tegasnya. Sementara itu, Haryanto menilai perangkat ini benar-benar memberi dampak positif. \u201cMurid saya bahkan nyeletuk, \u2018Pak, besok kita ke sini lagi ya.\u2019 Itu artinya mereka senang dan merasa belajar jadi lebih seru. Kami pun terbantu karena Papan Interaktif Pintar bisa menggantikan banyak perangkat lain, lebih praktis tanpa kabel dan laptop tambahan,\u201d katanya. Digitalisasi Pembelajaran kini dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Pilar inklusif menegaskan layanan merata tanpa kesenjangan, pilar adaptif mendorong adopsi teknologi dan keterampilan abad 21, sedangkan pilar partisipatif membuka ruang kontribusi guru dan komunitas dalam mengembangkan konten. \u201cDengan digitalisasi, kita ingin menutup learning loss, memperkuat literasi, sekaligus menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Anak-anak kita tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi dunia,\u201d pungkas Dirjen Gogot. Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.id X: x.com\/Kemdikdasmen Instagram: instagram.com\/kemendikdasmen Facebook: facebook.com\/kemendikdasmen YouTube: KEMDIKDASMEN Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id\/pencarian\/siaran-pers #PendidikanBermutuuntukSemua #KemendikdasmenRamah<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":12558,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[],"class_list":["post-12557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12557"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12559,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12557\/revisions\/12559"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}