{"id":12926,"date":"2026-01-25T12:28:30","date_gmt":"2026-01-25T05:28:30","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=12926"},"modified":"2026-01-25T12:28:30","modified_gmt":"2026-01-25T05:28:30","slug":"pgri-dan-upaya-menjaga-kebersamaan-guru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=12926","title":{"rendered":"PGRI dan Upaya Menjaga Kebersamaan Guru"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"0\"><a href=\"https:\/\/pgrijambi.org\/\">Menjaga kebersamaan di antara jutaan guru yang tersebar dari Sabang sampai Merauke bukanlah perkara mudah. Tantangannya bukan hanya jarak geografis, tetapi juga jurang perbedaan status (ASN vs Honorer), perbedaan jenjang (PAUD hingga SMA), serta perbedaan generasi.<\/a><\/p>\n<p data-path-to-node=\"1\"><b data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"0\">PGRI<\/b> berperan sebagai &#8220;lem perekat&#8221; yang memastikan bahwa meski guru berada di sekolah yang berbeda, mereka tetap merasa berada dalam satu barisan yang sama. Berikut adalah upaya strategis PGRI dalam menjaga kebersamaan tersebut:<\/p>\n<hr data-path-to-node=\"2\" \/>\n<h3 data-path-to-node=\"3\">1. Menanamkan Doktrin &#8220;Guru adalah Guru&#8221; (Unitaristik)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"4\">PGRI menghapus kasta dalam profesi. Di dalam organisasi, tidak ada perbedaan antara guru berstatus PNS, PPPK, maupun Honorer.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"5\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"5,0,0\"><a href=\"https:\/\/pgrilampung.org\/\"><b data-path-to-node=\"5,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Upaya:<\/b> Dalam setiap pertemuan, semua anggota memiliki hak suara yang setara. PGRI konsisten memperjuangkan nasib guru honorer agar mendapatkan kesejahteraan yang layak, sementara guru ASN memberikan dukungan moral dan teknis.<\/a><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"5,1,0\"><b data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Dampak:<\/b> Tercipta rasa persaudaraan yang melampaui status kepegawaian. Guru ASN tidak merasa lebih tinggi, dan guru honorer tidak merasa berjalan sendirian.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-path-to-node=\"6\">2. Simbolisme Batik &#8220;Kusuma Bangsa&#8221; sebagai Identitas Kolektif<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"7\">Pakaian bukan sekadar penutup tubuh, melainkan alat pemersatu psikologis.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"8\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"8,0,0\"><b data-path-to-node=\"8,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Upaya:<\/b> Penggunaan seragam batik PGRI dalam setiap acara resmi atau hari besar nasional.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"8,1,0\"><a href=\"https:\/\/pgrimadiun.org\/\"><b data-path-to-node=\"8,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Dampak:<\/b> Saat ribuan guru berkumpul dengan motif yang sama, perbedaan latar belakang sosial-ekonomi menjadi tidak terlihat. Seragam ini menjadi pengingat bahwa mereka memiliki satu misi: mencerdaskan kehidupan bangsa.<\/a><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">3. Jaring Pengaman melalui Dana Kesetiakawanan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\">Kebersamaan paling nyata dirasakan saat salah satu anggota mengalami kesulitan.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"11\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,0,0\"><b data-path-to-node=\"11,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Upaya:<\/b> PGRI mengelola iuran anggota untuk program bantuan sosial (sakit keras, kecelakaan, atau duka cita).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,1,0\"><a href=\"https:\/\/pgrijabar.org\/\"><b data-path-to-node=\"11,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Dampak:<\/b> Solidaritas ini membangun ikatan emosional. Guru di ujung desa akan merasa terbantu oleh iuran rekan-rekannya di kota, menciptakan rasa &#8220;satu sakit, semua merasa&#8221;.<\/a><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr data-path-to-node=\"12\" \/>\n<h3 data-path-to-node=\"13\">Pilar Utama Penjaga Kebersamaan PGRI<\/h3>\n<table data-path-to-node=\"14\">\n<thead>\n<tr>\n<td><strong>Pilar<\/strong><\/td>\n<td><strong>Strategi<\/strong><\/td>\n<td><strong>Tujuan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"14,1,0,0\"><b data-path-to-node=\"14,1,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Independensi<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"14,1,1,0\">Menjaga jarak dari politik praktis.<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"14,1,2,0\">Agar perbedaan pilihan politik tidak memecah organisasi.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"14,2,0,0\"><b data-path-to-node=\"14,2,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Non-Partisan<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"14,2,1,0\">Terbuka bagi semua suku, agama, dan golongan.<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"14,2,2,0\">Menjaga inklusivitas di tengah keberagaman Indonesia.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"14,3,0,0\"><b data-path-to-node=\"14,3,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Jiwa Korsa<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"14,3,1,0\">Mengutamakan kepentingan korps di atas pribadi.<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"14,3,2,0\">Membangun kekuatan lobi yang solid ke pemerintah.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<hr data-path-to-node=\"15\" \/>\n<h3 data-path-to-node=\"16\">4. Aktivitas Kolektif di Luar Jam Mengajar<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"17\">PGRI menciptakan ruang interaksi yang santai agar hubungan antar-guru tidak melulu soal tugas dinas yang kaku.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"18\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,0,0\"><b data-path-to-node=\"18,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Upaya:<\/b> Porseni (Pekan Olahraga dan Seni), jalan sehat, hingga perayaan HUT PGRI.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,1,0\"><b data-path-to-node=\"18,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Dampak:<\/b> Hubungan antar-guru dari sekolah yang berbeda menjadi lebih cair. Guru bisa saling mengenal secara pribadi, bertukar tawa, dan melepaskan stres (<i data-path-to-node=\"18,1,0\" data-index-in-node=\"153\">burnout<\/i>) secara bersama-sama.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-path-to-node=\"19\">5. Ruang Dialog &#8220;Lesehan&#8221; (Bottom-Up)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"20\">PGRI sering mengadakan pertemuan informal atau &#8220;Turba&#8221; (Turun Bawah) untuk mendengar keluhan guru secara langsung.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"21\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,0,0\"><b data-path-to-node=\"21,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Upaya:<\/b> Pengurus pusat atau daerah duduk bersama guru di sekolah-sekolah kecil untuk berdialog.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,1,0\"><a href=\"https:\/\/pgribali.org\/\"><b data-path-to-node=\"21,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Dampak:<\/b> Guru merasa didengar dan memiliki akses ke pimpinan organisasi. Rasa &#8220;memiliki&#8221; (<i data-path-to-node=\"21,1,0\" data-index-in-node=\"89\">sense of belonging<\/i>) inilah yang membuat kebersamaan tetap terjaga kuat.<\/a><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-path-to-node=\"22\">Kesimpulan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"23\">PGRI menjaga kebersamaan dengan cara <b data-path-to-node=\"23\" data-index-in-node=\"37\">memperbesar persamaan dan mengecilkan perbedaan<\/b>. Dengan menjadikan kepentingan anak didik dan martabat guru sebagai tujuan utama, segala perbedaan administratif dan latar belakang menjadi bumbu yang justru memperkaya organisasi, bukan memecah belahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjaga kebersamaan di antara jutaan guru yang tersebar dari Sabang sampai Merauke bukanlah perkara mudah. Tantangannya bukan hanya jarak geografis, tetapi juga jurang perbedaan status (ASN vs Honorer), perbedaan jenjang (PAUD hingga SMA), serta perbedaan generasi. PGRI berperan sebagai &#8220;lem perekat&#8221; yang memastikan bahwa meski guru berada di sekolah yang berbeda, mereka tetap merasa berada dalam satu barisan yang sama. Berikut adalah upaya strategis PGRI dalam menjaga kebersamaan tersebut: 1. Menanamkan Doktrin &#8220;Guru adalah Guru&#8221; (Unitaristik) PGRI menghapus kasta dalam profesi. Di dalam organisasi, tidak ada perbedaan antara guru berstatus PNS, PPPK, maupun Honorer. Upaya: Dalam setiap pertemuan, semua anggota memiliki hak suara yang setara. PGRI konsisten memperjuangkan nasib guru honorer agar mendapatkan kesejahteraan yang layak, sementara guru ASN memberikan dukungan moral dan teknis. Dampak: Tercipta rasa persaudaraan yang melampaui status kepegawaian. Guru ASN tidak merasa lebih tinggi, dan guru honorer tidak merasa berjalan sendirian. 2. Simbolisme Batik &#8220;Kusuma Bangsa&#8221; sebagai Identitas Kolektif Pakaian bukan sekadar penutup tubuh, melainkan alat pemersatu psikologis. Upaya: Penggunaan seragam batik PGRI dalam setiap acara resmi atau hari besar nasional. Dampak: Saat ribuan guru berkumpul dengan motif yang sama, perbedaan latar belakang sosial-ekonomi menjadi tidak terlihat. Seragam ini menjadi pengingat bahwa mereka memiliki satu misi: mencerdaskan kehidupan bangsa. 3. Jaring Pengaman melalui Dana Kesetiakawanan Kebersamaan paling nyata dirasakan saat salah satu anggota mengalami kesulitan. Upaya: PGRI mengelola iuran anggota untuk program bantuan sosial (sakit keras, kecelakaan, atau duka cita). Dampak: Solidaritas ini membangun ikatan emosional. Guru di ujung desa akan merasa terbantu oleh iuran rekan-rekannya di kota, menciptakan rasa &#8220;satu sakit, semua merasa&#8221;. Pilar Utama Penjaga Kebersamaan PGRI Pilar Strategi Tujuan Independensi Menjaga jarak dari politik praktis. Agar perbedaan pilihan politik tidak memecah organisasi. Non-Partisan Terbuka bagi semua suku, agama, dan golongan. Menjaga inklusivitas di tengah keberagaman Indonesia. Jiwa Korsa Mengutamakan kepentingan korps di atas pribadi. Membangun kekuatan lobi yang solid ke pemerintah. 4. Aktivitas Kolektif di Luar Jam Mengajar PGRI menciptakan ruang interaksi yang santai agar hubungan antar-guru tidak melulu soal tugas dinas yang kaku. Upaya: Porseni (Pekan Olahraga dan Seni), jalan sehat, hingga perayaan HUT PGRI. Dampak: Hubungan antar-guru dari sekolah yang berbeda menjadi lebih cair. Guru bisa saling mengenal secara pribadi, bertukar tawa, dan melepaskan stres (burnout) secara bersama-sama. 5. Ruang Dialog &#8220;Lesehan&#8221; (Bottom-Up) PGRI sering mengadakan pertemuan informal atau &#8220;Turba&#8221; (Turun Bawah) untuk mendengar keluhan guru secara langsung. Upaya: Pengurus pusat atau daerah duduk bersama guru di sekolah-sekolah kecil untuk berdialog. Dampak: Guru merasa didengar dan memiliki akses ke pimpinan organisasi. Rasa &#8220;memiliki&#8221; (sense of belonging) inilah yang membuat kebersamaan tetap terjaga kuat. Kesimpulan PGRI menjaga kebersamaan dengan cara memperbesar persamaan dan mengecilkan perbedaan. Dengan menjadikan kepentingan anak didik dan martabat guru sebagai tujuan utama, segala perbedaan administratif dan latar belakang menjadi bumbu yang justru memperkaya organisasi, bukan memecah belahnya.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-12926","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-umum","post-no-thumbnail"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12926"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12927,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12926\/revisions\/12927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}