{"id":2224,"date":"2021-11-24T03:04:52","date_gmt":"2021-11-24T03:04:52","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/?p=2224"},"modified":"2021-11-24T03:04:52","modified_gmt":"2021-11-24T03:04:52","slug":"ptm-terbatas-di-kabupaten-bogor-guru-alhamdulillahtidak-ada-siswa-yang-positif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=2224","title":{"rendered":"PTM Terbatas Di Kabupaten Bogor, Guru: Alhamdulillah,Tidak Ada Siswa Yang Positif"},"content":{"rendered":"\n<p>BOGOR (Itjen Kemendikbudristek) &#8211; Pembelajaran Tatap Muka (<a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2021\/10\/01\/gelar-ptmt-smpn-2-martoyudan-utamakan-disiplin-prokes\/\">PTM<\/a>) Terbatas tingkat Sekolah Dasar (SD) sudah berlangsung di Kabupaten Bogor yang saat ini memasuki PPKM level 3. Di antaranya SDN Dukuh 03, sekolah yang berlokasi di Kecamatan <a href=\"http:\/\/Cibungbulang\">Cibungbulang <\/a>ini sudah menerapkan PTM <a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2021\/09\/25\/efektifitas-pembelajaran-tatap-muka-terbatas-di-kota-kota-besar\/\">Terbatas <\/a>sejak tahun ajaran baru, dan menunjukkan hasil yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSDN Dukuh 03 menerapkan PTM Terbatas sejak awal <a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2020\/12\/07\/pembelajaran-semester-genap-akan-menggunakan-metode-hybrid\/\">tahun ajaran<\/a> 2021\/2022,\u201d ucap Siti Ahana, Guru Kelas 1 SDN Dukuh 03 saat dijumpai pada, Kamis (18\/11).<\/p>\n\n\n\n<p>PTM terbatas dinilai sukses dan menunjukkan hasil yang baik, dibuktikan dengan tidak adanya siswa yang positif Covid-19.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDari awal tahun ajaran sudah menggunakan <a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2021\/09\/30\/reformasi-birokrasi-indonesia-di-mata-mahasiswa\/\">seragam<\/a>, dibagi 2, dibiasakan kita sebelum masuk itu untuk mencuci tangan, selalu memakai masker dan dicek suhu badan dan Alhamdulillah tidak ada satupun siswa yang dinyatakan positif,\u201d tutur Siti.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk penerapannya sendiri dalam pembelajaran kadang dilakukan melalui <em>google meet<\/em> tapi hanya untuk kelas tinggi yaitu kelas 4, 5, 6 tetapi untuk kelas rendah pembelajaran dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama masuk jam 7.30 selesai jam 9, setelah itu lanjut untuk sesi 2 dari jam 9.30 sampai jam 11, jadi tidak <em>full<\/em>, tidak dipaksakan untuk <em>full<\/em>,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/WhatsApp-Image-2021-11-24-at-08.56.19-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2225\" width=\"683\" height=\"512\"\/><figcaption>Pelaksanaan PTM Terbatas di SDN Dukuh 03, Kamis, (18\/11). (Foto: Anndini)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Devi Wulansari, <a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2021\/11\/17\/inspiratif-ini-dia-4-guru-teladan-indonesia\/\">Guru <\/a>kelas 5 memaparkan untuk bisa memulai PTM terbatas ini, tentunya SDN Dukuh 03 melewati beberapa tahapan, seperti mendapat izin dan dengan syarat semua guru harus sudah di vaksin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTahapannya, kita tetep mempertahankan protokol kesehatan yang paling utama, kemudian kita juga sudah mendapat izin dari Koordinator Layanan Pendidikan (<a href=\"http:\/\/KORYANDIK\">KORYANDIK<\/a>) untuk melaksanakan PTM, tapi tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan, selain itu syaratnya semua personil harus di <a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2021\/09\/28\/mendikbudristek-pantau-penuntasan-vaksinasi-ptk-di-jambi\/\">vaksin <\/a>dulu, setelah itu baru bisa mengadakan PTM terbatas,\u201d ujar Devi<\/p>\n\n\n\n<p>Devi juga merasakan adanya perubahan yang cukup besar dari pemebelajaran daring ke PTM, dimana banyak siswa yang harus <a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2021\/10\/01\/majukan-literasi-siswa-kemendikbudristek-gelar-festival\/\">beradaptasi <\/a>kembali dengan PTM terbatas ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Devi kemudian memaparkan persiapan yang dilakukan di SDN Dukuh 03 untuk menerapkan PTM terbatas, mulai dari menyiapkan ruangan yang steril, hingga pembiasaan penerapan protokol kesehatan di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPertama menyiapkan ruangan yang <a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2021\/09\/28\/ptm-terbatas-sukses-dilaksanakan-di-pulau-pari\/\">steril <\/a>dulu, disemprot dengan <a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2021\/09\/28\/ptm-terbatas-sukses-dilaksanakan-di-pulau-pari\/\">disinfektan <\/a>supaya steril, kemudian dari siswanya juga tetap memperhatikan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk ke kelas, diberikan jarak, dan di cek suhunya,\u201d lanjut Devi.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/WhatsApp-Image-2021-11-24-at-08.56.20-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2226\" width=\"507\" height=\"676\"\/><figcaption>Pengecekan suhu tubuh sebelum melaksanan kegiatan pembelajaran (Foto: Anndini)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Meski demikian, PTM terbatas masih \u00a0memiliki sejumlah kendala baik yang dihadapi pihak\u00a0sekolah\u00a0maupun orang tua murid. Rusmiati selaku Guru kelas 2 menuturkan beberapa <a href=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/2021\/09\/23\/film-indonesia-yang-membangkitkan-semangat-belajar\/\">kendala <\/a>yang dirasakan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang jelas, yang namanya di kampung tidak semua orang tua punya HP android, yg kedua masalah sinyal, ketiga masih banyak orang tua yang kesulitan untuk membeli kuota,\u201d tutur Rusmiati.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAnak menyesuaikan lagi, jadi yang tadinya <em>online,<\/em> terus tatap muka jadi penyesuaian lagi, anak pun mungkin udah lupa ya sama materi-materi yang sebelumnya diajarkan, jadi harus mengulang lagi, lebih ekstra adaptasi dan penyesuaiannya,\u201d lanjut Rusmiati.<\/p>\n\n\n\n<p>Ahmad Setiadi, Guru kelas 6 memaparkan kendala yang juga cukup dirasakan, seperti kekurangan waktu belajar. \u201cKadang kita kekurangan waktu untuk menyampaikan materi, karena keterbatasan waktu yang sedikit harus kita bagi dua, sementara untuk kelas 6 ini materinya luas dan kita harus mengejar ketinggalan ketinggalan yang belum tersampaikan disaat <em>online<\/em>,\u201d terang Ahmad.<\/p>\n\n\n\n<p>Antusiasme dari orang tua dan siswa pun cukup bagus dalam menyambut PTM terbatas ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTanggapan orang tua pun sangat positif, mereka senang, semangat, karena memang selama pembelajaran <em>online<\/em>, orang tua kebanyakan mengalami banyak kendala mengenai proses pembelajaran anak, sehingga mereka sangat membutuhkan dampingan dari guru, maka dari itu berdasarkan permohonan mereka, akhirnya kami mencoba tatap muka walaupun terbatas,\u201d pungkas Ahmad.<\/p>\n\n\n\n<p>Para Guru berharap, situasi pandemi Covid-19 ini bisa segera usai dan bisa kembali melakukan pertemuan tatap muka dengan rasa aman dan bisa beraktivitas kembali dengan maksimal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR (Itjen Kemendikbudristek) &#8211; Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas tingkat Sekolah Dasar (SD) sudah berlangsung di Kabupaten Bogor yang saat ini memasuki PPKM level 3. Di antaranya SDN Dukuh 03, sekolah yang berlokasi di Kecamatan Cibungbulang ini sudah menerapkan PTM Terbatas sejak tahun ajaran baru, dan menunjukkan hasil yang baik. \u201cSDN Dukuh 03 menerapkan PTM Terbatas sejak awal tahun ajaran 2021\/2022,\u201d ucap Siti Ahana, Guru Kelas 1 SDN Dukuh 03 saat dijumpai pada, Kamis (18\/11). PTM terbatas dinilai sukses dan menunjukkan hasil yang baik, dibuktikan dengan tidak adanya siswa yang positif Covid-19. \u201cDari awal tahun ajaran sudah menggunakan seragam, dibagi 2, dibiasakan kita sebelum masuk itu untuk mencuci tangan, selalu memakai masker dan dicek suhu badan dan Alhamdulillah tidak ada satupun siswa yang dinyatakan positif,\u201d tutur Siti. \u201cUntuk penerapannya sendiri dalam pembelajaran kadang dilakukan melalui google meet tapi hanya untuk kelas tinggi yaitu kelas 4, 5, 6 tetapi untuk kelas rendah pembelajaran dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama masuk jam 7.30 selesai jam 9, setelah itu lanjut untuk sesi 2 dari jam 9.30 sampai jam 11, jadi tidak full, tidak dipaksakan untuk full,\u201d tambahnya. Sementara itu, Devi Wulansari, Guru kelas 5 memaparkan untuk bisa memulai PTM terbatas ini, tentunya SDN Dukuh 03 melewati beberapa tahapan, seperti mendapat izin dan dengan syarat semua guru harus sudah di vaksin. \u201cTahapannya, kita tetep mempertahankan protokol kesehatan yang paling utama, kemudian kita juga sudah mendapat izin dari Koordinator Layanan Pendidikan (KORYANDIK) untuk melaksanakan PTM, tapi tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan, selain itu syaratnya semua personil harus di vaksin dulu, setelah itu baru bisa mengadakan PTM terbatas,\u201d ujar Devi Devi juga merasakan adanya perubahan yang cukup besar dari pemebelajaran daring ke PTM, dimana banyak siswa yang harus beradaptasi kembali dengan PTM terbatas ini. Devi kemudian memaparkan persiapan yang dilakukan di SDN Dukuh 03 untuk menerapkan PTM terbatas, mulai dari menyiapkan ruangan yang steril, hingga pembiasaan penerapan protokol kesehatan di sekolah. \u201cPertama menyiapkan ruangan yang steril dulu, disemprot dengan disinfektan supaya steril, kemudian dari siswanya juga tetap memperhatikan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk ke kelas, diberikan jarak, dan di cek suhunya,\u201d lanjut Devi. Meski demikian, PTM terbatas masih \u00a0memiliki sejumlah kendala baik yang dihadapi pihak\u00a0sekolah\u00a0maupun orang tua murid. Rusmiati selaku Guru kelas 2 menuturkan beberapa kendala yang dirasakan. \u201cYang jelas, yang namanya di kampung tidak semua orang tua punya HP android, yg kedua masalah sinyal, ketiga masih banyak orang tua yang kesulitan untuk membeli kuota,\u201d tutur Rusmiati. \u201cAnak menyesuaikan lagi, jadi yang tadinya online, terus tatap muka jadi penyesuaian lagi, anak pun mungkin udah lupa ya sama materi-materi yang sebelumnya diajarkan, jadi harus mengulang lagi, lebih ekstra adaptasi dan penyesuaiannya,\u201d lanjut Rusmiati. Ahmad Setiadi, Guru kelas 6 memaparkan kendala yang juga cukup dirasakan, seperti kekurangan waktu belajar. \u201cKadang kita kekurangan waktu untuk menyampaikan materi, karena keterbatasan waktu yang sedikit harus kita bagi dua, sementara untuk kelas 6 ini materinya luas dan kita harus mengejar ketinggalan ketinggalan yang belum tersampaikan disaat online,\u201d terang Ahmad. Antusiasme dari orang tua dan siswa pun cukup bagus dalam menyambut PTM terbatas ini. \u201cTanggapan orang tua pun sangat positif, mereka senang, semangat, karena memang selama pembelajaran online, orang tua kebanyakan mengalami banyak kendala mengenai proses pembelajaran anak, sehingga mereka sangat membutuhkan dampingan dari guru, maka dari itu berdasarkan permohonan mereka, akhirnya kami mencoba tatap muka walaupun terbatas,\u201d pungkas Ahmad. Para Guru berharap, situasi pandemi Covid-19 ini bisa segera usai dan bisa kembali melakukan pertemuan tatap muka dengan rasa aman dan bisa beraktivitas kembali dengan maksimal.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2225,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[260,299,311,546,831,835,838],"class_list":["post-2224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-blendedlearning","tag-covid-19","tag-daring","tag-kemendikbudristek","tag-protokolkesehatan","tag-ptm","tag-ptmterbatas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2224"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2224\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}