{"id":3218,"date":"2022-03-01T05:20:56","date_gmt":"2022-03-01T05:20:56","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/?p=3218"},"modified":"2022-03-01T05:20:56","modified_gmt":"2022-03-01T05:20:56","slug":"tingkatkan-minat-menulis-itjen-gelar-workshop-penulisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=3218","title":{"rendered":"Tingkatkan Minat Menulis, Itjen Gelar Workshop Penulisan"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-3219\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/0d1697f2-cf8a-4982-87a0-2f18cd571813.jpg\" alt=\"\" \/>\n<figcaption>Publikasi acara Workshop Penulisan yang digelar Itjen, Jumat (25\/02).<\/figcaption>\n<\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Hampir 200 staf Inspektorat Jendral (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) antusias mengikuti <em>Workshop <\/em>Penulisan yang digelar secara daring pada, Jumat (25\/2). <em>Workshop<\/em> \u00a0menghadirkan M. Reza Maulana \u00a0Redaktur Pelaksana KORAN TEMPO sebagai narasumber.\u00a0\u00a0 <em>Workshop <\/em>digelar dalam rangka rangka tindak lanjut pembentukan\u00a0 Komunitas Itjen Menulis (KOMITMEN) yang diluncurkan pada\u00a0 tahun 2021 lalu. <em>Workshop <\/em>kali ini \u00a0bertujuan mendukung para warga Itjen terutama\u00a0 anggota KOMITMEN untuk segera beraksi membuat tulisan baik artikel maupun tulisan ilmiah\u00a0 yang baik dan menarik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya penulisan artikel, karya ilmiah, feature, dan juga essay membutuhkan kecermatan dan refleksi yang cukup luas, kapasitas yang dibutuhkan dalam publikasi juga harus mempertimbangkan susunan yang cocok agar mudah diterima masyarakat. Oleh karena itu dalam pemilihan ide, memilih satu aspek yang paling penting dan menarik menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan serta dielaborasi dalam bentuk 5W + 1H.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada tujuh kriteria berita ala Tempo yang disebutkan oleh M.Reza Maulana, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Magnitude<\/em> : seberapa besar dampak isu terhadap kepentingan publik<\/li>\n<li>Aktualitas : seberapa baru dan hangat isu tersebut<\/li>\n<li>Signifikansi : seberapa penting isu\/topik yang diulas mempengaruhi kehidupan orang banyak<\/li>\n<li>Proksimitas : seberapa dekat isu tersebut dengan publik, baik kedekatan geografis maupun emosional pertama kali\/belum pernah terjadi sebelumnya<\/li>\n<li>Tokoh atau nama besar di balik kontroversi isu<\/li>\n<li>Tren<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain kriteria dalam berita, hal lain yang harus diperhatikan adalah <em>angle<\/em> pada penulisan karena dapat memudahkan kita dalam penulisan. \u201cCara menuangkan <em>angle <\/em>yaitu buatlah dalam bentuk butir-butir\u00a0 pertanyaan agar kita dapat tahu berita apa yang ingin kita tulis. Bagaimana cara merumuskan sebuah <em>angle<\/em> yaitu dengan riset awal. Dengan riset dapat membantu penulis untuk mendalami topik serta menemukan atau mengkonfirmasi data atau material lain yang mendukung gagasan penulisan yang bersumber pada artikel lain, publikasi lembaga dan instansi terpercaya, berita, buku, jurnal, video maupun film,\u201d ujar Reza.<\/p>\n\n\n\n<p>Empat hal yang wajib ada pada penulisan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Judul<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Memiliki 8 \u2013 12 kata, mencerminkan isi yang angkat, mudah dipahami, berkalimat aktif, menarik perhatian, dan logis<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lead<\/li>\n<li>Lead ringkasan<\/li>\n<li>Lead naratif<\/li>\n<li>Lead deskripsi<\/li>\n<li>Lead kutipan<\/li>\n<li>Lead bertanya<\/li>\n<li>Lead menggoda<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Lead adalah pembuka tulisan. Menjadi etalase untuk menggaet pembaca agar memilih berita yang kita tulis menggunakan kalimat aktif agar terasa dinamis, dan jangan pernah membuka tulisan dengan kalimat seperti &#8220;Dalam rangka&#8230;&#8221;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Isi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Berisikan akar masalah, lalu akibat yang ditimbulkan dari masalah, problem yang harus diatasi, dan yang terakhir saran.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penutup<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bersifat tidak wajib, bisa berisikan berupa ringkasan, rekomendasi, desakan, ajakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Serta tips dalam penulisan bisa kita lihat, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan kalimat aktif tunggal, jangan tergoda memakai anak kalimat.<\/li>\n<li>Satu paragraf terdiri atas satu pokok pikiran, tiga sampai lima kalimat.<\/li>\n<li>Hindari kata sifat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam hal penulisan menggunakan konsep piramida terbalik agar para pembaca dapat mudah memahami isi artikel yang ditulis, dengan skema piramida terbalik informasi yang penting seperti 5W + 1H diletakkan diatas bertujuan dapat memahami satu dua paragraf awal. Semakin kebawah informasi semakin mengerucut.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara <em>workshop <\/em>penulisan ini juga sekaligus\u00a0 sebagai sarana bagi warga Itjen mengumpulkan hasil karya tulis mereka untuk diterbitkan menjadi buku yang disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Harsono. \u201cYang tentu tidak kalah penting kita berharap ada salah satu karya tulis kita\u00a0 yang bisa diterbitkan, syukur kalau kita bisa menerbitkan buku atau minimal kita menargetkan dari workshop ini nanti diharapkan para peserta memiliki keterampilan di dalam menuangkan ide, gagasan pemikiran melalui tulisan,\u201d ujar Harsono.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemoga dengan adanya workshop penulisan ini bisa melatih untuk memiliki semangat menulis, serta menjadi salah satu langkah untuk memperkaya penulisan dari teman teman Itjen serta para anggota KOMITMEN,\u201d Pungkas Harsono dalam kata sambutannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Hampir 200 staf Inspektorat Jendral (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) antusias mengikuti Workshop Penulisan yang digelar secara daring pada, Jumat (25\/2). Workshop \u00a0menghadirkan M. Reza Maulana \u00a0Redaktur Pelaksana KORAN TEMPO sebagai narasumber.\u00a0\u00a0 Workshop digelar dalam rangka rangka tindak lanjut pembentukan\u00a0 Komunitas Itjen Menulis (KOMITMEN) yang diluncurkan pada\u00a0 tahun 2021 lalu. Workshop kali ini \u00a0bertujuan mendukung para warga Itjen terutama\u00a0 anggota KOMITMEN untuk segera beraksi membuat tulisan baik artikel maupun tulisan ilmiah\u00a0 yang baik dan menarik. Pada dasarnya penulisan artikel, karya ilmiah, feature, dan juga essay membutuhkan kecermatan dan refleksi yang cukup luas, kapasitas yang dibutuhkan dalam publikasi juga harus mempertimbangkan susunan yang cocok agar mudah diterima masyarakat. Oleh karena itu dalam pemilihan ide, memilih satu aspek yang paling penting dan menarik menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan serta dielaborasi dalam bentuk 5W + 1H. Ada tujuh kriteria berita ala Tempo yang disebutkan oleh M.Reza Maulana, yaitu: Magnitude : seberapa besar dampak isu terhadap kepentingan publik Aktualitas : seberapa baru dan hangat isu tersebut Signifikansi : seberapa penting isu\/topik yang diulas mempengaruhi kehidupan orang banyak Proksimitas : seberapa dekat isu tersebut dengan publik, baik kedekatan geografis maupun emosional pertama kali\/belum pernah terjadi sebelumnya Tokoh atau nama besar di balik kontroversi isu Tren Selain kriteria dalam berita, hal lain yang harus diperhatikan adalah angle pada penulisan karena dapat memudahkan kita dalam penulisan. \u201cCara menuangkan angle yaitu buatlah dalam bentuk butir-butir\u00a0 pertanyaan agar kita dapat tahu berita apa yang ingin kita tulis. Bagaimana cara merumuskan sebuah angle yaitu dengan riset awal. Dengan riset dapat membantu penulis untuk mendalami topik serta menemukan atau mengkonfirmasi data atau material lain yang mendukung gagasan penulisan yang bersumber pada artikel lain, publikasi lembaga dan instansi terpercaya, berita, buku, jurnal, video maupun film,\u201d ujar Reza. Empat hal yang wajib ada pada penulisan, yaitu: Judul Memiliki 8 \u2013 12 kata, mencerminkan isi yang angkat, mudah dipahami, berkalimat aktif, menarik perhatian, dan logis Lead Lead ringkasan Lead naratif Lead deskripsi Lead kutipan Lead bertanya Lead menggoda Lead adalah pembuka tulisan. Menjadi etalase untuk menggaet pembaca agar memilih berita yang kita tulis menggunakan kalimat aktif agar terasa dinamis, dan jangan pernah membuka tulisan dengan kalimat seperti &#8220;Dalam rangka&#8230;&#8221; Isi Berisikan akar masalah, lalu akibat yang ditimbulkan dari masalah, problem yang harus diatasi, dan yang terakhir saran. Penutup Bersifat tidak wajib, bisa berisikan berupa ringkasan, rekomendasi, desakan, ajakan. Serta tips dalam penulisan bisa kita lihat, yaitu: Gunakan kalimat aktif tunggal, jangan tergoda memakai anak kalimat. Satu paragraf terdiri atas satu pokok pikiran, tiga sampai lima kalimat. Hindari kata sifat. Dalam hal penulisan menggunakan konsep piramida terbalik agar para pembaca dapat mudah memahami isi artikel yang ditulis, dengan skema piramida terbalik informasi yang penting seperti 5W + 1H diletakkan diatas bertujuan dapat memahami satu dua paragraf awal. Semakin kebawah informasi semakin mengerucut. Acara workshop penulisan ini juga sekaligus\u00a0 sebagai sarana bagi warga Itjen mengumpulkan hasil karya tulis mereka untuk diterbitkan menjadi buku yang disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Harsono. \u201cYang tentu tidak kalah penting kita berharap ada salah satu karya tulis kita\u00a0 yang bisa diterbitkan, syukur kalau kita bisa menerbitkan buku atau minimal kita menargetkan dari workshop ini nanti diharapkan para peserta memiliki keterampilan di dalam menuangkan ide, gagasan pemikiran melalui tulisan,\u201d ujar Harsono. \u201cSemoga dengan adanya workshop penulisan ini bisa melatih untuk memiliki semangat menulis, serta menjadi salah satu langkah untuk memperkaya penulisan dari teman teman Itjen serta para anggota KOMITMEN,\u201d Pungkas Harsono dalam kata sambutannya.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3219,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[205,481,484,546,579,664,1068],"class_list":["post-3218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-auditor","tag-itjen","tag-itjen-kemendikbudristek","tag-kemendikbudristek","tag-komitmen","tag-menulis-itu-asyik","tag-workshop-penulisan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3218"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3218\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}