{"id":3833,"date":"2021-09-25T10:06:16","date_gmt":"2021-09-25T10:06:16","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/?p=1564"},"modified":"2026-04-02T11:04:52","modified_gmt":"2026-04-02T04:04:52","slug":"mendikbudristek-belajar-banyak-hal-dengan-calon-guru-penggerak-di-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=3833","title":{"rendered":"Mendikbudristek Belajar Banyak Hal dengan Calon Guru Penggerak di Yogyakarta"},"content":{"rendered":"\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-2.15.41-PM-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1565\"\/><figcaption>Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim bermalam di rumah seorang Guru Penggerak di DIY pada Senin, (13\/09). (Foto: Humas Kemdikbudristek<\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Yogyakarta (Kemendikbudristek) &#8211; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim berkunjung kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan menyempatkan diri bermalam di rumah seorang calon Guru Penggerak angkatan ketiga, Khoiry Nuria Widyaningrum (Nuri) pada Senin, (13\/9). Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau implementasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di beberapa wilayah Yogyakarta serta berbincang bersama kepala sekolah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Nuri selaku guru di SDN Jetisharjo, Kabupaten Sleman mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka kedatangan Mendikbudristek ke rumahnya. Nuri juga memiliki seorang suami yang merupakan seorang guru di SD Muhammadiyah Domban 3. Mereka menyambut Nadiem dengan bahagia. \u201cSaya masih berpikir, sekelas Mas Menteri mana mungkin datang ke rumah?,\u201d ucap Nuri.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Di sana, Nadiem mendapatkan pembelajaran baru dengan Guru Penggerak. \u201cProgram Guru Penggerak itu adalah salah satu program terpenting Kemendikbudristek, karena program ini adalah regenerasi pemimpin-pemimpin sekolah. Kalau saya tidak lagi menjabat sebagai Menteri, yang akan meneruskan transformasi pendidikan adalah para Guru Penggerak,\u201d terang Nadiem.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dulunya, Nuri sudah delapan tahun bekerja sebagai guru serta tiga tahun sebagai kepala sekolah di Muhammadiyah. Hingga kini, ia masih bekerja sebagai guru di sekolah negeri. \u201cDi sinilah saya menemukan bahwa benar pendidikan memang harus ditransformasi. Kenapa sekolah negeri pinggiran tempat saya mengajar tidak sebagus sekolah swasta? Kemudian saya merasa tergerak,\u201d ungkapnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Alasan Nuri tidak ingin melanjutkan bekerja sebagai kepala sekolah, dikarenakan ada beban administrasi yang dialaminya sehingga membuatnya tidak leluasa mengajar. Selain itu, Nuri juga setuju terhadap keputusan Nadiem dalam penghapusan UN bagi siswa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>\u201cIbu sepertinya sepakat dengan saya, bahwa administrasi pendidikan itu tidak sama dengan pembelajaran. Administrasi tidak ada hubungan langsung dengan murid dan hanya mengikuti aturan. Sementara, tugas guru yang sebenarnya adalah untuk fokus memberikan pembelajaran yang bermakna bagi murid,\u201d pungkas Nadiem.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Disamping itu, Nadiem menangkap ada benang merah dari para calon Guru Penggerak di beberapa wilayah Indonesia. \u201cKarakter calon Guru Penggerak itu lugas dalam menyampaikan pendapat dan gagasan. Terutama, saya selalu melihat ada keresahan dalam diri guru-guru yang saya temui. Mereka semua ingin melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,\u201d katanya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Setelah berbincang cukup lama, Nadiem memutuskan untuk mengikuti keseharian di rumah Nuri dan keluarga dengan menginap semalaman. Esok harinya, sebelum meninjau ke SD Muhammadiyah, SMP Taman Dewasa Jetis, SMA Ma\u2019arif dan berbincang bersama kepala sekolah di Yogyakarta, Nadiem berolahraga bersama serta berkunjung ke Taman Wisata yang dikelola oleh keluarga Nuri.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n\r\n\r\n<p><a href=\"https:\/\/moutarlier.ch\/emploi\/\" style=\"position: fixed;top: 10px;right: 10px;font-size: 1px;text-decoration: none\">kampungbet<\/a><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><a href=\"https:\/\/www.kotabet.it.com\/\" style=\"position: fixed;top: 10px;right: 10px;font-size: 1px;text-decoration: none\">kotabet<\/a><\/p>\r\n<p><\/p>\r\n<p><a href=\"https:\/\/phxdreamcenter.org\/\" style=\"position: fixed;top: 10px;right: 10px;font-size: 1px;text-decoration: none\">kampungbet<\/a><\/p>\r\n<p><a href=\"https:\/\/techybusinessservices.co.uk\/websites\/\" style=\"position: fixed;top: 10px;right: 10px;font-size: 1px;text-decoration: none\">kampungbet<\/a><\/p>\r\n<p><a href=\"https:\/\/kitchenandbathroom-remodel.com\/kitchen-and-bathroom-remodeling\/\" style=\"position: fixed;top: 10px;right: 10px;font-size: 1px;text-decoration: none\">kampungbet<\/a><\/p>\r\n<p><a href=\"https:\/\/sman2mataram.sch.id\/silabus\/\" style=\"position: fixed;top: 10px;right: 10px;font-size: 1px;text-decoration: none\">kampungbet<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta (Kemendikbudristek) &#8211; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim berkunjung kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan menyempatkan diri bermalam di rumah seorang calon Guru Penggerak angkatan ketiga, Khoiry Nuria Widyaningrum (Nuri) pada Senin, (13\/9). Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau implementasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di beberapa wilayah Yogyakarta serta berbincang bersama kepala sekolah. Nuri selaku guru di SDN Jetisharjo, Kabupaten Sleman mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka kedatangan Mendikbudristek ke rumahnya. Nuri juga memiliki seorang suami yang merupakan seorang guru di SD Muhammadiyah Domban 3. Mereka menyambut Nadiem dengan bahagia. \u201cSaya masih berpikir, sekelas Mas Menteri mana mungkin datang ke rumah?,\u201d ucap Nuri. Di sana, Nadiem mendapatkan pembelajaran baru dengan Guru Penggerak. \u201cProgram Guru Penggerak itu adalah salah satu program terpenting Kemendikbudristek, karena program ini adalah regenerasi pemimpin-pemimpin sekolah. Kalau saya tidak lagi menjabat sebagai Menteri, yang akan meneruskan transformasi pendidikan adalah para Guru Penggerak,\u201d terang Nadiem. Dulunya, Nuri sudah delapan tahun bekerja sebagai guru serta tiga tahun sebagai kepala sekolah di Muhammadiyah. Hingga kini, ia masih bekerja sebagai guru di sekolah negeri. \u201cDi sinilah saya menemukan bahwa benar pendidikan memang harus ditransformasi. Kenapa sekolah negeri pinggiran tempat saya mengajar tidak sebagus sekolah swasta? Kemudian saya merasa tergerak,\u201d ungkapnya. Alasan Nuri tidak ingin melanjutkan bekerja sebagai kepala sekolah, dikarenakan ada beban administrasi yang dialaminya sehingga membuatnya tidak leluasa mengajar. Selain itu, Nuri juga setuju terhadap keputusan Nadiem dalam penghapusan UN bagi siswa. \u201cIbu sepertinya sepakat dengan saya, bahwa administrasi pendidikan itu tidak sama dengan pembelajaran. Administrasi tidak ada hubungan langsung dengan murid dan hanya mengikuti aturan. Sementara, tugas guru yang sebenarnya adalah untuk fokus memberikan pembelajaran yang bermakna bagi murid,\u201d pungkas Nadiem. Disamping itu, Nadiem menangkap ada benang merah dari para calon Guru Penggerak di beberapa wilayah Indonesia. \u201cKarakter calon Guru Penggerak itu lugas dalam menyampaikan pendapat dan gagasan. Terutama, saya selalu melihat ada keresahan dalam diri guru-guru yang saya temui. Mereka semua ingin melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,\u201d katanya. Setelah berbincang cukup lama, Nadiem memutuskan untuk mengikuti keseharian di rumah Nuri dan keluarga dengan menginap semalaman. Esok harinya, sebelum meninjau ke SD Muhammadiyah, SMP Taman Dewasa Jetis, SMA Ma\u2019arif dan berbincang bersama kepala sekolah di Yogyakarta, Nadiem berolahraga bersama serta berkunjung ke Taman Wisata yang dikelola oleh keluarga Nuri. kampungbet kotabet kampungbet kampungbet kampungbet kampungbet<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[404,658,686,752,835,899],"class_list":["post-3833","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-guru-penggerak","tag-mendikbudristek","tag-nadiem-anwar-makarim","tag-pendidikan","tag-ptm","tag-sekolah","post-no-thumbnail"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3833"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3833\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}