{"id":3854,"date":"2022-02-18T07:51:59","date_gmt":"2022-02-18T07:51:59","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/?p=3124"},"modified":"2022-02-18T07:51:59","modified_gmt":"2022-02-18T07:51:59","slug":"kurikulum-merdeka-pembelajaran-yang-responsif-dan-berkarakter-pancasila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=3854","title":{"rendered":"Kurikulum Merdeka, Pembelajaran yang Responsif dan Berkarakter Pancasila"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali menggelar Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar pada Kamis, (17\/02) lalu. Mengangkat tema \u201cWujudkan Pelajar Pancasila Melalui Kurikulum Merdeka\u201d, diskusi ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada publik tentang program Kemendikbudristek ini.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG_20220218_115515-1-1024x580.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3126\" width=\"663\" height=\"375\"\/><figcaption> Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali menggelar Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar pada Kamis, (17\/02) lalu.  <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Guru SDN 005 Sekupang, Stefani Anggia Putri yang hadir dalam Webinar menyampaikan, adanya Kurikulum Merdeka membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan responsif. Selain itu, proses pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler juga membantu para guru mewujudkan karakter pelajar Pancasila.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi struktur Kurikulum Merdeka terdiri dari intrakurikuler dan kokurikuler, di mana itu adalah pembelajaran secara praktik yang terdiri dari tujuh tema. Dari situ kita dapat latih kolaborasinya, gotong royongnya, dan bernalar kritisnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, kata Anggia, Kurikulum Merdeka menciptakan pembelajaran dengan paradigma baru yaitu pembelajaran yang menyenangkan, sederhana, dan berpusat pada pengembangan siswa. Selain itu, Kurikulum Merdeka juga melibatkan orang tua siswa &nbsp;dalam mengenalkan budaya dan kearifan lokal Indonesia dalam wujudkan karakter Pancasila.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPada proyek Profil Pancasila kami juga melibatkan orang tua siswa sebagai sumber belajar yang terlibat langsung pada pembelajaran anaknya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi perihal Kurikulum Merdeka, Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Zulfikri Anas menjelaskan, proses pembelajaran ini para guru harus mengetahui minat dan bakat siswa. Hal ini, agar memberi ruang kepada siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGuru harus kenal betul siswanya, jadi hari pertama masuk kelas tahun ajaran baru kita harus mengenal apa yang disukai dan dikuasai oleh siswa kemudian mengelompokkan siswa tersebut. Dengan Kurikulum Merdeka, nantinya siswa bisa saling mengerti dan berkolaborasi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali menggelar Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar pada Kamis, (17\/02) lalu. Mengangkat tema \u201cWujudkan Pelajar Pancasila Melalui Kurikulum Merdeka\u201d, diskusi ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada publik tentang program Kemendikbudristek ini. Guru SDN 005 Sekupang, Stefani Anggia Putri yang hadir dalam Webinar menyampaikan, adanya Kurikulum Merdeka membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan responsif. Selain itu, proses pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler juga membantu para guru mewujudkan karakter pelajar Pancasila. \u201cDi struktur Kurikulum Merdeka terdiri dari intrakurikuler dan kokurikuler, di mana itu adalah pembelajaran secara praktik yang terdiri dari tujuh tema. Dari situ kita dapat latih kolaborasinya, gotong royongnya, dan bernalar kritisnya,\u201d jelasnya. Lebih lanjut, kata Anggia, Kurikulum Merdeka menciptakan pembelajaran dengan paradigma baru yaitu pembelajaran yang menyenangkan, sederhana, dan berpusat pada pengembangan siswa. Selain itu, Kurikulum Merdeka juga melibatkan orang tua siswa &nbsp;dalam mengenalkan budaya dan kearifan lokal Indonesia dalam wujudkan karakter Pancasila. \u201cPada proyek Profil Pancasila kami juga melibatkan orang tua siswa sebagai sumber belajar yang terlibat langsung pada pembelajaran anaknya,\u201d ujarnya. Menanggapi perihal Kurikulum Merdeka, Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Zulfikri Anas menjelaskan, proses pembelajaran ini para guru harus mengetahui minat dan bakat siswa. Hal ini, agar memberi ruang kepada siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya. \u201cGuru harus kenal betul siswanya, jadi hari pertama masuk kelas tahun ajaran baru kita harus mengenal apa yang disukai dan dikuasai oleh siswa kemudian mengelompokkan siswa tersebut. Dengan Kurikulum Merdeka, nantinya siswa bisa saling mengerti dan berkolaborasi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3771,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[396,518,541,603,605,819,922,932],"class_list":["post-3854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-guru","tag-karakter-pancasila","tag-kemdikbudristek","tag-kurikulum-dan-pembelajaran","tag-kurikulum-merdeka","tag-profil-pancasila","tag-silaturahmi-merdeka-belajar","tag-sisw"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}