{"id":3862,"date":"2022-02-23T09:28:03","date_gmt":"2022-02-23T09:28:03","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/webnew\/?p=3180"},"modified":"2022-02-23T09:28:03","modified_gmt":"2022-02-23T09:28:03","slug":"16-757-mahasiswa-program-kampus-mengajar-angkatan-3-siap-bantu-pengembangan-pembelajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=3862","title":{"rendered":"16.757 Mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Siap Bantu Pengembangan Pembelajaran"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3181\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/8f1cc3cd-b4c3-4b68-8846-426eb0cce7bc-1024x579.jpg\" alt=\"\" width=\"591\" height=\"334\" \/>\n<figcaption>Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam acara pelepasan peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 3 yang digelar daring, Rabu (23\/02).<\/figcaption>\n<\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Jakarta, (Itjen Kemdikbudristek) &#8211; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melepas 16.757 mahasiswa peserta\u00a0 Program Kampus Mengajar Angkatan 3 untuk melaksanakan tugas membantu pengembangan pembelajaran, Rabu (23\/02).\u00a0 Setelah selesai menerima pembekalan selama 126 jam, sebanyak 16.757 peserta yang sudah diseleksi dari 40.400 pendaftar tersebut segera memasuki tahap penugasan pada 28 Februari 2022. Sebanyak lebih dari 3.900 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menjadi sasaran dari Program Kampus Mengajar. Beragam materi untuk menguasai pedagogi, literasi dan numerasi, asesmen dan evaluasi, serta berbagai materi pendukung kegiatan belajar mengajar dan peningkatan kualitas sekolah sasaran telah mereka dapatkan<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Nadiem dalam acara pelepasan yang digelar secara virtual memberikan semangat kepada para mahasiswa yang akan menjalani tugas program ini.\u00a0 \u201cDari keberanian, akan tumbuh jiwa yang tangguh dan tak mudah patah. Dari keberanian, akan tumbuh keinginan belajar yang tanpa batas. Dari keberanian, kita mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki. Dan dari keberanian, kita dapat melahirkan pendidikan yang lebih maju,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Nadiem melanjutkan, dinamika perubahan menuntut dunia pendidikan untuk bergerak maju, adaptif, dan kreatif lebih cepat dari sebelumnya. \u201cUntuk itu, Kampus Mengajar hadir dengan segudang harapan membawa dampak perubahan yang nyata bagi dunia pendidikan di Indonesia,\u201d ujar Menteri Nadiem.<\/p>\n\n\n\n<p>Kampus Mengajar, kata Menteri Nadiem, menghadirkan mahasiswa untuk membantu pengembangan pembelajaran terutama untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi, melakukan adaptasi teknologi, aktualisasi minat dan potensi mahasiswa sesuai bidang studi masing-masing. \u201cKampus Mengajar menghadirkan Mahasiswa hadir sebagai partner guru dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi pembelajaran,\u201d ucap Mendikbudristek.<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Nadiem berharap melalui kegiatan nyata tersebut mampu menumbuhkan jiwa sosial, kepedulian, kepemimpinan, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan soft skills lainnya yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa di masa depan. \u201cSemoga kegiatan ini bisa membentuk karakter mahasiswa sebagai pemuda Pancasila,\u201d tutur Menteri Nadiem.<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Nadiem berpesan agar jangan pernah padamkan api semangat untuk melakukan perubahan. \u201cMari kita jaga kobar semangat kita, selamat bertugas untuk adik-adik mahasiswa peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 3. Sampaikan salam untuk para pengrajin pendidikan di seluruh penjuru negeri,\u201d pesan Menteri Nadiem.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam menyampaikan pesan untuk dapat memanfaatkan momentum ini dengan mendarmabaktikan kecakapan ilmu pengetahuan mereka. \u201cCurahkan semangat, sambil memberikan wawasan luas kepada adik-adik siswa siswi di SD dan SMP,\u201d imbuh Nizam.<\/p>\n\n\n\n<p>Nizam menambahkan harapannya melalui Program Kampus Mengajar akan lahir generasi-generasi masa depan yang kompeten, peduli, dan inspiratif. \u201cSemoga program ini akan melahirkan generasi muda yang akan membawa Indonesia maju,\u201d harap Nizam.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto juga menyampaikan bahwa Program Kampus Mengajar dapat menjadi ajang untuk mengasah jiwa kepemimpinan, soft skills, dan menguatkan karakter mahasiswa dalam berinovasi dan berkolaborasi. \u201cProgram Kampus Mengajar juga dapat memberikan peluang bagi mahasiswa vokasi untuk mengembangkan wawasan dan mengasah keterampilan berpikir dalam bekerja bersama lintas bidang ilmu,\u201d tandas Wikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Jumeri berharap dengan hadirnya adik-adik mahasiswa ke sudut sudut negeri ini akan membawa dampak yang besar bagi penguatan literasi dan numerasi di pendidikan dasar. \u201cKampus Mengajar menghadirkan interaksi yang edukatif dan menyenangkan sehingga tercipta suasana saling mendukung antara mahasiswa dan siswa siswi SD dan SMP,\u201d tutur Jumeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumeri berharap program ini akan menjadi sarana aktualisasi dan kepedulian mahasiswa untuk berkontribusi pada pendidikan bangsa sekaligus memberi inspirasi nyata bagi siswa di SD dan SMP. \u201cSemoga program ini memberi semangat dan motivasi bagi siswa di sekolah untuk terus belajar dan melanjutkan studi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi,\u201d ucap Jumeri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, (Itjen Kemdikbudristek) &#8211; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melepas 16.757 mahasiswa peserta\u00a0 Program Kampus Mengajar Angkatan 3 untuk melaksanakan tugas membantu pengembangan pembelajaran, Rabu (23\/02).\u00a0 Setelah selesai menerima pembekalan selama 126 jam, sebanyak 16.757 peserta yang sudah diseleksi dari 40.400 pendaftar tersebut segera memasuki tahap penugasan pada 28 Februari 2022. Sebanyak lebih dari 3.900 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menjadi sasaran dari Program Kampus Mengajar. Beragam materi untuk menguasai pedagogi, literasi dan numerasi, asesmen dan evaluasi, serta berbagai materi pendukung kegiatan belajar mengajar dan peningkatan kualitas sekolah sasaran telah mereka dapatkan Menteri Nadiem dalam acara pelepasan yang digelar secara virtual memberikan semangat kepada para mahasiswa yang akan menjalani tugas program ini.\u00a0 \u201cDari keberanian, akan tumbuh jiwa yang tangguh dan tak mudah patah. Dari keberanian, akan tumbuh keinginan belajar yang tanpa batas. Dari keberanian, kita mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki. Dan dari keberanian, kita dapat melahirkan pendidikan yang lebih maju,\u201d ujarnya. Menteri Nadiem melanjutkan, dinamika perubahan menuntut dunia pendidikan untuk bergerak maju, adaptif, dan kreatif lebih cepat dari sebelumnya. \u201cUntuk itu, Kampus Mengajar hadir dengan segudang harapan membawa dampak perubahan yang nyata bagi dunia pendidikan di Indonesia,\u201d ujar Menteri Nadiem. Kampus Mengajar, kata Menteri Nadiem, menghadirkan mahasiswa untuk membantu pengembangan pembelajaran terutama untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi, melakukan adaptasi teknologi, aktualisasi minat dan potensi mahasiswa sesuai bidang studi masing-masing. \u201cKampus Mengajar menghadirkan Mahasiswa hadir sebagai partner guru dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi pembelajaran,\u201d ucap Mendikbudristek. Menteri Nadiem berharap melalui kegiatan nyata tersebut mampu menumbuhkan jiwa sosial, kepedulian, kepemimpinan, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan soft skills lainnya yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa di masa depan. \u201cSemoga kegiatan ini bisa membentuk karakter mahasiswa sebagai pemuda Pancasila,\u201d tutur Menteri Nadiem. Menteri Nadiem berpesan agar jangan pernah padamkan api semangat untuk melakukan perubahan. \u201cMari kita jaga kobar semangat kita, selamat bertugas untuk adik-adik mahasiswa peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 3. Sampaikan salam untuk para pengrajin pendidikan di seluruh penjuru negeri,\u201d pesan Menteri Nadiem. Pada kesempatan yang sama, pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam menyampaikan pesan untuk dapat memanfaatkan momentum ini dengan mendarmabaktikan kecakapan ilmu pengetahuan mereka. \u201cCurahkan semangat, sambil memberikan wawasan luas kepada adik-adik siswa siswi di SD dan SMP,\u201d imbuh Nizam. Nizam menambahkan harapannya melalui Program Kampus Mengajar akan lahir generasi-generasi masa depan yang kompeten, peduli, dan inspiratif. \u201cSemoga program ini akan melahirkan generasi muda yang akan membawa Indonesia maju,\u201d harap Nizam. Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto juga menyampaikan bahwa Program Kampus Mengajar dapat menjadi ajang untuk mengasah jiwa kepemimpinan, soft skills, dan menguatkan karakter mahasiswa dalam berinovasi dan berkolaborasi. \u201cProgram Kampus Mengajar juga dapat memberikan peluang bagi mahasiswa vokasi untuk mengembangkan wawasan dan mengasah keterampilan berpikir dalam bekerja bersama lintas bidang ilmu,\u201d tandas Wikan. Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Jumeri berharap dengan hadirnya adik-adik mahasiswa ke sudut sudut negeri ini akan membawa dampak yang besar bagi penguatan literasi dan numerasi di pendidikan dasar. \u201cKampus Mengajar menghadirkan interaksi yang edukatif dan menyenangkan sehingga tercipta suasana saling mendukung antara mahasiswa dan siswa siswi SD dan SMP,\u201d tutur Jumeri. Jumeri berharap program ini akan menjadi sarana aktualisasi dan kepedulian mahasiswa untuk berkontribusi pada pendidikan bangsa sekaligus memberi inspirasi nyata bagi siswa di SD dan SMP. \u201cSemoga program ini memberi semangat dan motivasi bagi siswa di sekolah untuk terus belajar dan melanjutkan studi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi,\u201d ucap Jumeri.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3787,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[133,320,332,541,823,920],"class_list":["post-3862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-mendikbudristek-2","tag-dirjen-diktiristek","tag-ditjen-vokasi","tag-kemdikbudristek","tag-program-kampus-mengajar","tag-siaran-pers"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3862"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3862\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3787"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}