{"id":4761,"date":"2022-07-14T16:43:19","date_gmt":"2022-07-14T09:43:19","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/?p=4761"},"modified":"2022-07-16T11:01:11","modified_gmt":"2022-07-16T04:01:11","slug":"dukung-gerakan-literasi-nasional-gln-pemerintah-sediakan-29-juta-buku-untuk-daerah-3t-ntt-dan-ntb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=4761","title":{"rendered":"Dukung Gerakan Literasi Nasional (GLN), Pemerintah Sediakan 2,9 Juta Buku untuk Daerah 3T NTT dan NTB"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_4764\" aria-describedby=\"caption-attachment-4764\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4764 size-large\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/123-1024x573.jpeg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"358\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4764\" class=\"wp-caption-text\">Pengiriman perdana buku Gerakan Literasi Nasional ke NTB dan NTT, Selasa (12\/07). (Foto: Kemendikbudristek).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) \u2013Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa)\u00a0 terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Upaya ini merujuk pada Program Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dibuat pada tahun 2018 lalu.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo mengatakan bahwa tugas negara yang tertuang dalam UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan setiap warga negara wajib mendapatkan pendidikan yang layak. \u201cOleh sebab itu, pemerintah wajib untuk terus berupaya meningkatkan kualitas SDM\u00a0 tersebut salah satunya melalui program Gerakan Literasi Nasional yang praktiknya dilakukan dalam bentuk pengiriman perdana buku jenjang PAUD dan SD ke wilayah 3T,\u201d jelas Imam.<\/p>\n<p>Imam melanjutkan, ini memang menjadi kewajiban kita semua untuk menjalankannya amanah UUD,\u00a0 mendistribusikan bahan bacaan untuk masyarakat khususnya bagi siswa yang ada di wilayah 3T. \u201cKami sangat berterima kasih kepada perusahaan ini dan juga PT Pos Indonesia yang sudah bekerja secara optimal untuk menyukseskan program ini,\u201d ujar Imam yang disampaikan di Klaten pada Selasa (12\/7).<\/p>\n<p>Menurut Imam, apabila pemerintah tidak segera membuat terobosan maka dampak dari hilangnya pembelajaran akan terus dirasakan bahkan meski pandemi telah usai. Dalam pelaksanaannya pula, Badan Bahasa bekerja sama dengan PT Macanan Jaya Cemerlang, Klaten, Jawa Tengah sebagai salah satu perusahaan pemenang lelang yang ditugaskan untuk mencetak 19.640 buku PAUD dan 2.978.450 buku SD yang menyasar 2.757 sekolah. Sementara itu, PT Pos Indonesia digandeng menjadi mitra untuk membantu pengiriman buku ke wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Ketersediaan buku bacaan akan sangat bermanfaat bagi peserta didik sekolah dasar yang telah mengalami kehilangan bahan bacaan cukup lama, buku-buku tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca mereka dan menjadi buku pendukung pembelajaran. Karena itu, dalam program ini, Badan Bahasa melibatkan sebanyak 32 orang fasilitator pendampingan buku tingkat pusat, 243 orang fasilitator pendampingan buku tingkat regional, 7.609 orang fasilitator pendampingan buku tingkat kabupaten, serta para pegiat literasi di masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) \u2013Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa)\u00a0 terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Upaya ini merujuk pada Program Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dibuat pada tahun 2018 lalu. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo mengatakan bahwa tugas negara yang tertuang dalam UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan setiap warga negara wajib mendapatkan pendidikan yang layak. \u201cOleh sebab itu, pemerintah wajib untuk terus berupaya meningkatkan kualitas SDM\u00a0 tersebut salah satunya melalui program Gerakan Literasi Nasional yang praktiknya dilakukan dalam bentuk pengiriman perdana buku jenjang PAUD dan SD ke wilayah 3T,\u201d jelas Imam. Imam melanjutkan, ini memang menjadi kewajiban kita semua untuk menjalankannya amanah UUD,\u00a0 mendistribusikan bahan bacaan untuk masyarakat khususnya bagi siswa yang ada di wilayah 3T. \u201cKami sangat berterima kasih kepada perusahaan ini dan juga PT Pos Indonesia yang sudah bekerja secara optimal untuk menyukseskan program ini,\u201d ujar Imam yang disampaikan di Klaten pada Selasa (12\/7). Menurut Imam, apabila pemerintah tidak segera membuat terobosan maka dampak dari hilangnya pembelajaran akan terus dirasakan bahkan meski pandemi telah usai. Dalam pelaksanaannya pula, Badan Bahasa bekerja sama dengan PT Macanan Jaya Cemerlang, Klaten, Jawa Tengah sebagai salah satu perusahaan pemenang lelang yang ditugaskan untuk mencetak 19.640 buku PAUD dan 2.978.450 buku SD yang menyasar 2.757 sekolah. Sementara itu, PT Pos Indonesia digandeng menjadi mitra untuk membantu pengiriman buku ke wilayah tersebut. Ketersediaan buku bacaan akan sangat bermanfaat bagi peserta didik sekolah dasar yang telah mengalami kehilangan bahan bacaan cukup lama, buku-buku tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca mereka dan menjadi buku pendukung pembelajaran. Karena itu, dalam program ini, Badan Bahasa melibatkan sebanyak 32 orang fasilitator pendampingan buku tingkat pusat, 243 orang fasilitator pendampingan buku tingkat regional, 7.609 orang fasilitator pendampingan buku tingkat kabupaten, serta para pegiat literasi di masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":4764,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[207,1151,1154,1153,546,621,712,1150,1152,895],"class_list":["post-4761","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-badan-bahasa","tag-fasilitator","tag-gerakan-literasi-nasional","tag-gln","tag-kemendikbudristek","tag-literasi","tag-paud","tag-penulis","tag-pt-pos-indonesia","tag-sd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4761","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4761"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4761\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4764"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}