{"id":5979,"date":"2023-02-25T12:32:35","date_gmt":"2023-02-25T05:32:35","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/?p=5979"},"modified":"2023-02-25T12:32:35","modified_gmt":"2023-02-25T05:32:35","slug":"program-pencegahan-perundungan-kemendikbudristek-lahirkan-ribuan-siswa-agen-perubahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=5979","title":{"rendered":"Program Pencegahan Perundungan Kemendikbudristek Lahirkan Ribuan Siswa Agen Perubahan"},"content":{"rendered":"<p>(Jakarta, Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) dan Direktorat SMP, SMA, SMK bersama dengan United Nations Children\u2019s Fund (UNICEF) melaksanakan program pencegahan perundungan berbasis sekolah atau dikenal dengan \u201cRoots\u201d.<!--more--><\/p>\n<figure id=\"attachment_5980\" aria-describedby=\"caption-attachment-5980\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5980\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/index-300x135.webp\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"135\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/index-300x135.webp 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/index-1024x461.webp 1024w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/index-768x346.webp 768w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/index-1536x691.webp 1536w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/index-jpeg.webp 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5980\" class=\"wp-caption-text\">Para agen perubahan dalam Roots Day yang digelar di Jakarta. (Foto: Kemendikbudristek).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Program \u201cRoots\u201d telah dilaksanakan rutin sejak 2021, dan telah memberikan pendampingan kepada 7.369 sekolah jenjang SMP dan SMA\/ SMK yang berasal dari 489 kabupaten\/ kota di 34 provinsi di Indonesia. Program tersebut juga telah melatih 4.517 fasilitator guru anti-perundungan di jenjang SMP, dan 9.273 guru pada jenjang SMA dan SMK.<\/p>\n<p>Kepala Puspeka Kemendikbudristek, Rusprita Putri Utami menjelaskan program Roots Anti-Perundungan Kemendikbudristek bertujuan untuk memberdayakan peran siswa di sekolah sebagai agen perubahan. \u201cMelalui program Roots, Kemendikbudristek terus mendorong lahirnya siswa agen perubahan. Harapannya setelah mendapatkan materi dari modul pembelajaran saat Roots, mereka akan mampu menjadi penggerak upaya-upaya pencegahan terjadinya perundungan atau kekerasan di sekolah,\u201d ujar Rusprita di Jakarta, Jumat (24\/2).<\/p>\n<p>Sebanyak 30 siswa dari masing-masing sekolah terpilih oleh teman-teman satu sekolahnya menjadi agen. Berdasarkan data hasil monitoring program Roots tahun 2021, telah terbentuk 43.442 agen perubahan.<\/p>\n<p>\u201cProgram Roots tahun 2022 juga telah kita perluas dan telah melahirkan lebih banyak agen perubahan anti perundungan. Tentu harapannya, Roots di tahun-tahun mendatang akan menghasilkan semakin banyak lagi siswa agen perubahan yang dapat turut menyuarakan pesan anti-perundungan,\u201d tandas Rusprita.<\/p>\n<p>Tidak hanya mengangkat agen, Puspeka Kemendikbudristek beserta pihak terkait lain mengadakan Hari Deklarasi Anti Perundungan (Roots Day). Roots Day dipimpin oleh agen perubahan dengan melibatkan semua elemen sekolah, termasuk siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, penjaga sekolah, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Salah seorang Agen Perubahan Angkatan ke-2 SMP Islam Al Azhar 1, Mahira Shafa Kamila mengaku sangat bangga dan senang bisa mengikuti Roots dan menjadi agen perubahan. \u201cSelain mendapatkan materi cara menangani dan mengatasi perundungan yang terjadi di sekolah ataupun lingkungan yang lain, di Roots Day kami juga menampilkan orkestra, parodi, nasyid, dan masih banyak lagi untuk menyuarakan pesan anti-perundungan,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Koordinator Ketahanan Sekolah SMP Islam Al Azhar 1, Windi Maratunsholiha menambahkan, pihak sekolah dalam hal ini termasuk Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar, telah berkomitmen dan memberikan dukungan penuh bagi upaya pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah.<\/p>\n<p>\u201cBukan hanya dari sisi keleluasaan waktu bagi fasilitator guru maupun siswa agen perubahan dalam melaksanakan praktik baik di sekolah, melainkan juga dari segi pembiayaan program,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>International Stand Up to Bullying Day<\/p>\n<p>Menyambut hari \u201cInternational Stand Up to Bullying Day\u201d yang jatuh pada 24 Februari 2023, Puspeka Kemendikbudristek dan UNICEF Indonesia juga turut melakukan kampanye. Kampanye berbentuk tantangan media sosial melalui akun instagram @cerdasberkarakter.kemdikbudri dan @unicefindonesia sejak tanggal 10-20 Februari 2023.<\/p>\n<p>Tantangan media sosial tersebut mengajak para agen perubahan dan fasilitator guru untuk ikut serta dengan mengirimkan konten-konten bertema pengalaman mengikuti program Roots atau pesan anti-perundungan, baik dalam bentuk gambar berupa foto, poster, ilustrasi, komik, dan lain-lain atau dalam bentuk video reels seperti lagu, story telling, puisi, role play, dan animasi.<\/p>\n<p>\u201cBanyak antusiasme dari agen perubahan dan fasilitator guru yang ikut tantangan media sosial ini. Konten-konten yang dikirim bukan sekadar kreatif, namun yang paling penting kita semua dapat mengambil pesan-pesan yang tersirat dalam upaya untuk mencegah perundungan,\u201d tutup Kapuspeka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Jakarta, Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) dan Direktorat SMP, SMA, SMK bersama dengan United Nations Children\u2019s Fund (UNICEF) melaksanakan program pencegahan perundungan berbasis sekolah atau dikenal dengan \u201cRoots\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":5980,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[1728,1727,1726,1730,546,666,1093,1729],"class_list":["post-5979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-agen-perubahan","tag-anti-bullying","tag-anti-perundungan","tag-direktorat-smp-sma-smk","tag-kemendikbudristek","tag-merdeka-belajar","tag-puspeka","tag-roots"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5979"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5979\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}