{"id":7859,"date":"2023-08-28T11:19:53","date_gmt":"2023-08-28T04:19:53","guid":{"rendered":"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/?p=7859"},"modified":"2023-08-28T11:19:53","modified_gmt":"2023-08-28T04:19:53","slug":"peluncuran-buku-dan-video-terkait-program-sekolah-penggerak-psp-tunjukkan-transformasi-dari-berbagai-sekolah-se-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/?p=7859","title":{"rendered":"Peluncuran Buku dan Video terkait Program Sekolah Penggerak (PSP) Tunjukkan Transformasi dari Berbagai Sekolah se-Indonesia"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_7849\" aria-describedby=\"caption-attachment-7849\" style=\"width: 443px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7849\" src=\"https:\/\/itjen.kemdikbud.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-26-at-12.31.45-jpeg.webp\" alt=\"Acara Praktik Baik Implementasi Program Sekolah Penggerak digelar di BSD, Tangerang Selatan, pada Kamis (24\/08\/2023).\" width=\"443\" height=\"279\" srcset=\"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-26-at-12.31.45-jpeg.webp 1003w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-26-at-12.31.45-300x189.webp 300w, https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-26-at-12.31.45-768x483.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 443px) 100vw, 443px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7849\" class=\"wp-caption-text\">Acara Praktik Baik Implementasi Program Sekolah Penggerak digelar di BSD, Tangerang Selatan, pada Kamis (24\/08\/2023).<\/figcaption><\/figure>\n<p>(Tangerang Selatan, Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Transformasi dalam dunia pendidikan Indonesia semakin terasa melalui upaya Program Sekolah Penggerak (PSP). Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) memperkenalkan enam buku dan lima video praktik terkait Program Sekolah Penggerak (PSP) di Hotel Trembesi BSD pada Kamis (24\/08\/2023). Acara yang melibatkan Direktorat PAUD serta Direktorat SD, Direktorat SMP, Direktorat SMA, dan Direktorat PMPK sebagai bagian dari program lintas direktorat, menggelar bedah buku dan pemutaran video praktik yang merangkum pelaksanaan PSP di berbagai daerah dengan tantangan sekolah yang beragam.<\/p>\n<p>Buku-buku yang diluncurkan dalam acara ini adalah \u201cCahaya dari Ufuk Timur\u201d, \u201cMelampaui Keterbatasan Akses\u201d, \u201cSenyum Mentari dari Pelosok Negeri\u201d, \u201cMengalir Seperti Air\u201d, \u201cMenyulam Inspirasi dari Keragaman Negeri\u201d, dan \u201cMenjadi Pribadi Mandiri\u201d. Video-video yang dipersembahkan meliputi \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada TK Kosgoro Tanjung Angin, Donggala, Sulawesi Tengah\u201d; \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada SD 077311 Tuhoowo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara\u201d; \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada SMP Negeri 4 Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur\u201d; \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada SMA Negeri 2 Skanto, Kabupaten Keerom, Papua\u201d; serta \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada SLB Negeri Kota Baru, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan\u201d.<\/p>\n<p>Pelaksana tugas (Plt.) Direktur SMA, Winner Jihad Akbar, menjelaskan bahwa peluncuran buku dan video merupakan bagian dari upaya untuk membagikan praktik baik dalam pelaksanaan PSP. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berharap agar sekolah lain dapat meniru dan menerapkan elemen-elemen terbaik dari PSP.<\/p>\n<p>Winner mengatakan, \u201cPSP merupakan kebijakan Merdeka Belajar Episode ke-7 dan sekarang memasuki angkatan ke-3. Sudah ada 14.233 satuan pendidikan yang menjadi pelaksana Sekolah Penggerak dari tiga angkatan. Selama tiga tahun intervensi PSP, telah terjadi banyak perkembangan dan praktik baik yang telah diimplementasikan.\u201d<\/p>\n<p>Winner menghargai perjuangan kepala sekolah dan ekosistem sekolah yang tergambar dalam video dan narasi buku. Ia menyatakan bahwa meskipun ia sudah melihat video dan membaca buku tersebut berulang kali, ia tetap tidak merasa bosan karena kisah-kisah tersebut sangat inspiratif.<\/p>\n<p>\u201cWalau ada kebingungan, kesedihan, kesulitan, dan kefrustasian, hal ini terlihat sejak awal implementasi PSP. Namun, kita juga melihat keteguhan dan semangat yang tak pernah padam. Ini menunjukkan kekuatan kita; dengan semangat, tekad, dan kesabaran, kita mampu mengatasi berbagai rintangan. Saya benar-benar tersentuh melihat banyak yang terus berusaha memajukan pendidikan di negara ini meskipun menghadapi tantangan besar,\u201d kata Winner.<\/p>\n<p>Winner menyatakan bahwa rasa terharu ini muncul saat melihat keteguhan kepala sekolah dalam menghadapi tantangan dan berusaha memberikan yang terbaik bagi transformasi pendidikan di daerah yang terbatas.<\/p>\n<p>\u201cTerutama sekolah-sekolah di daerah terpencil yang memiliki fasilitas fisik yang terbatas atau bahkan minim. Bukan sedikit yang juga memiliki akses terbatas terhadap teknologi dan internet. Tetapi, ada banyak kepala sekolah yang tetap konsisten berjuang dan memberikan inspirasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Program Sekolah Penggerak (PSP) yang dimulai pada tahun 2021 untuk sekolah terpilih di berbagai daerah di Indonesia, telah menjadi sumber harapan dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain. Dengan dedikasi dan pendekatan inovatif, para pelaksana PSP berhasil menghadirkan perubahan positif dalam bentuk transformasi pembelajaran di daerah mereka, memberikan cahaya bagi generasi mendatang.<\/p>\n<p>\u201cProgram ini luar biasa. Fokus pada sekolah di daerah terpencil dan terpinggirkan,\u201d kata praktisi komunikasi Devie Rahmawati yang hadir di acara ini. Dia menyaksikan perjuangan inspiratif guru-guru dalam menghadapi kompleksitas dan melihatnya terabadikan dalam buku dan video.<\/p>\n<p>Acara peluncuran buku dan video ini juga melibatkan sesi berbagi pengalaman oleh beberapa kepala sekolah terkait pelaksanaan PSP. Eka Susianti (Kepala TK Kemala Bhayangkari, Situbondo), Henny Leiwakabessy (Kepala SDN 257 Maluku Tengah), Nana Mulyana (Kepala SMP S Al-Ma\u2019shum Mardiyah, Cianjur), Hotnida Hutagaol (Kepala SMA Santa Patricia), dan Khofni (Kepala SLB Negeri Penajam Paser Utara) adalah beberapa kepala sekolah yang berbagi cerita mereka. Video juga menampilkan kepala sekolah seperti Rosmawatin (Kepala TK Kosgoro Donggala), Yuliana Giawa (Kepala SD Negeri 077311, Tuhoowo, Nias Selatan), Veronika Benge (Kepala SMP Negeri 4 Poco, Ranaka, NTT), Mesak Mantek (Kepala SMA Negeri 2 Skanto, Keerom), dan Abdul Samad (Kepala SLBN Kotabaru, Bamega).<\/p>\n<p>Salah satu cerita inspiratif datang dari Yuliana Giawa, Kepala SD Negeri 077311, Tuhoowo, Nias Selatan. Sebelum sekolahnya terlibat dalam PSP, Yuliana hampir putus asa karena banyaknya kendala yang dihadapinya.<\/p>\n<p>\u201cSekolah saya berada di daerah terpencil, terdepan, dan terluar. Sinyal sulit didapat. Listrik sering mati. Bangunan sekolah tidak memadai, rusak dan memiliki banyak kerusakan. Saya hampir saja mengundurkan diri sebagai kepala sekolah karena frustasi,\u201d cerita Yuliana.<\/p>\n<p>Saat dalam keadaan putus asa, Yuliana menemukan Program Sekolah Penggerak. Meskipun ia menghadapi kesulitan dalam mendaftar karena mati lampu dan matinya sinyal internet, Yuliana tetap mencoba. Hasil usahanya tidak sia-sia. Sekolah Yuliana yang berada di tengah hutan akhirnya terpilih sebagai salah satu pelaksana PSP generasi pertama. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan dukungan dari guru serta masyarakat sekitar, Yuliana mendapatkan kembali rasa percaya dirinya.<\/p>\n<p>\u201cPSP telah mengubah wajah sekolah yang terlibat. Banyak yang menginspirasi,\u201d kata Yuliana Giawa, Kepala SD Negeri 077311 Tuhoowo, Nias Selatan. Selain menggambarkan perubahan sekolahnya yang terpencil, ia juga menyoroti peningkatan partisipasi murid, peningkatan hasil akademis, serta perkembangan keterampilan sosial dan kepemimpinan melalui PSP.<\/p>\n<p>Kisah Yuliana menjadi bukti nyata bagaimana Program Sekolah Penggerak mampu mengubah dan memberikan harapan baru bagi para murid serta ekosistem pendidikan melalui transformasi pembelajaran yang nyata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Tangerang Selatan, Itjen Kemendikbudristek) \u2013 Transformasi dalam dunia pendidikan Indonesia semakin terasa melalui upaya Program Sekolah Penggerak (PSP). Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) memperkenalkan enam buku dan lima video praktik terkait Program Sekolah Penggerak (PSP) di Hotel Trembesi BSD pada Kamis (24\/08\/2023). Acara yang melibatkan Direktorat PAUD serta Direktorat SD, Direktorat SMP, Direktorat SMA, dan Direktorat PMPK sebagai bagian dari program lintas direktorat, menggelar bedah buku dan pemutaran video praktik yang merangkum pelaksanaan PSP di berbagai daerah dengan tantangan sekolah yang beragam. Buku-buku yang diluncurkan dalam acara ini adalah \u201cCahaya dari Ufuk Timur\u201d, \u201cMelampaui Keterbatasan Akses\u201d, \u201cSenyum Mentari dari Pelosok Negeri\u201d, \u201cMengalir Seperti Air\u201d, \u201cMenyulam Inspirasi dari Keragaman Negeri\u201d, dan \u201cMenjadi Pribadi Mandiri\u201d. Video-video yang dipersembahkan meliputi \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada TK Kosgoro Tanjung Angin, Donggala, Sulawesi Tengah\u201d; \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada SD 077311 Tuhoowo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara\u201d; \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada SMP Negeri 4 Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur\u201d; \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada SMA Negeri 2 Skanto, Kabupaten Keerom, Papua\u201d; serta \u201cPraktik Baik Implementasi PSP pada SLB Negeri Kota Baru, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan\u201d. Pelaksana tugas (Plt.) Direktur SMA, Winner Jihad Akbar, menjelaskan bahwa peluncuran buku dan video merupakan bagian dari upaya untuk membagikan praktik baik dalam pelaksanaan PSP. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berharap agar sekolah lain dapat meniru dan menerapkan elemen-elemen terbaik dari PSP. Winner mengatakan, \u201cPSP merupakan kebijakan Merdeka Belajar Episode ke-7 dan sekarang memasuki angkatan ke-3. Sudah ada 14.233 satuan pendidikan yang menjadi pelaksana Sekolah Penggerak dari tiga angkatan. Selama tiga tahun intervensi PSP, telah terjadi banyak perkembangan dan praktik baik yang telah diimplementasikan.\u201d Winner menghargai perjuangan kepala sekolah dan ekosistem sekolah yang tergambar dalam video dan narasi buku. Ia menyatakan bahwa meskipun ia sudah melihat video dan membaca buku tersebut berulang kali, ia tetap tidak merasa bosan karena kisah-kisah tersebut sangat inspiratif. \u201cWalau ada kebingungan, kesedihan, kesulitan, dan kefrustasian, hal ini terlihat sejak awal implementasi PSP. Namun, kita juga melihat keteguhan dan semangat yang tak pernah padam. Ini menunjukkan kekuatan kita; dengan semangat, tekad, dan kesabaran, kita mampu mengatasi berbagai rintangan. Saya benar-benar tersentuh melihat banyak yang terus berusaha memajukan pendidikan di negara ini meskipun menghadapi tantangan besar,\u201d kata Winner. Winner menyatakan bahwa rasa terharu ini muncul saat melihat keteguhan kepala sekolah dalam menghadapi tantangan dan berusaha memberikan yang terbaik bagi transformasi pendidikan di daerah yang terbatas. \u201cTerutama sekolah-sekolah di daerah terpencil yang memiliki fasilitas fisik yang terbatas atau bahkan minim. Bukan sedikit yang juga memiliki akses terbatas terhadap teknologi dan internet. Tetapi, ada banyak kepala sekolah yang tetap konsisten berjuang dan memberikan inspirasi,\u201d tambahnya. Program Sekolah Penggerak (PSP) yang dimulai pada tahun 2021 untuk sekolah terpilih di berbagai daerah di Indonesia, telah menjadi sumber harapan dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain. Dengan dedikasi dan pendekatan inovatif, para pelaksana PSP berhasil menghadirkan perubahan positif dalam bentuk transformasi pembelajaran di daerah mereka, memberikan cahaya bagi generasi mendatang. \u201cProgram ini luar biasa. Fokus pada sekolah di daerah terpencil dan terpinggirkan,\u201d kata praktisi komunikasi Devie Rahmawati yang hadir di acara ini. Dia menyaksikan perjuangan inspiratif guru-guru dalam menghadapi kompleksitas dan melihatnya terabadikan dalam buku dan video. Acara peluncuran buku dan video ini juga melibatkan sesi berbagi pengalaman oleh beberapa kepala sekolah terkait pelaksanaan PSP. Eka Susianti (Kepala TK Kemala Bhayangkari, Situbondo), Henny Leiwakabessy (Kepala SDN 257 Maluku Tengah), Nana Mulyana (Kepala SMP S Al-Ma\u2019shum Mardiyah, Cianjur), Hotnida Hutagaol (Kepala SMA Santa Patricia), dan Khofni (Kepala SLB Negeri Penajam Paser Utara) adalah beberapa kepala sekolah yang berbagi cerita mereka. Video juga menampilkan kepala sekolah seperti Rosmawatin (Kepala TK Kosgoro Donggala), Yuliana Giawa (Kepala SD Negeri 077311, Tuhoowo, Nias Selatan), Veronika Benge (Kepala SMP Negeri 4 Poco, Ranaka, NTT), Mesak Mantek (Kepala SMA Negeri 2 Skanto, Keerom), dan Abdul Samad (Kepala SLBN Kotabaru, Bamega). Salah satu cerita inspiratif datang dari Yuliana Giawa, Kepala SD Negeri 077311, Tuhoowo, Nias Selatan. Sebelum sekolahnya terlibat dalam PSP, Yuliana hampir putus asa karena banyaknya kendala yang dihadapinya. \u201cSekolah saya berada di daerah terpencil, terdepan, dan terluar. Sinyal sulit didapat. Listrik sering mati. Bangunan sekolah tidak memadai, rusak dan memiliki banyak kerusakan. Saya hampir saja mengundurkan diri sebagai kepala sekolah karena frustasi,\u201d cerita Yuliana. Saat dalam keadaan putus asa, Yuliana menemukan Program Sekolah Penggerak. Meskipun ia menghadapi kesulitan dalam mendaftar karena mati lampu dan matinya sinyal internet, Yuliana tetap mencoba. Hasil usahanya tidak sia-sia. Sekolah Yuliana yang berada di tengah hutan akhirnya terpilih sebagai salah satu pelaksana PSP generasi pertama. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan dukungan dari guru serta masyarakat sekitar, Yuliana mendapatkan kembali rasa percaya dirinya. \u201cPSP telah mengubah wajah sekolah yang terlibat. Banyak yang menginspirasi,\u201d kata Yuliana Giawa, Kepala SD Negeri 077311 Tuhoowo, Nias Selatan. Selain menggambarkan perubahan sekolahnya yang terpencil, ia juga menyoroti peningkatan partisipasi murid, peningkatan hasil akademis, serta perkembangan keterampilan sosial dan kepemimpinan melalui PSP. Kisah Yuliana menjadi bukti nyata bagaimana Program Sekolah Penggerak mampu mengubah dan memberikan harapan baru bagi para murid serta ekosistem pendidikan melalui transformasi pembelajaran yang nyata.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":7849,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[3003,3007,546,552,666,3004,1135,3008,3005,825,833,895,990,3006],"class_list":["post-7859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-buku-dan-video","tag-hotel-trembesi-bsd","tag-kemendikbudristek","tag-kepala-sekolah","tag-merdeka-belajar","tag-nias-selatan","tag-pendidikan-indonesia","tag-perubahan-transformatif","tag-praktik-baik","tag-program-sekolah-penggerak","tag-psp","tag-sd","tag-tk","tag-transformasi-sekolah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7859"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7861,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7859\/revisions\/7861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itjen.kemendikdasmen.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}