Berita

Inspektorat Jenderal Salurkan Paket Bantuan untuk Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Barat

Inspektorat Jenderal Salurkan Paket Bantuan untuk Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Barat

PADANG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera Barat. Sebanyak 628 paket bantuan disiapkan untuk membantu memulihkan proses belajar mengajar serta meringankan beban keluarga siswa dan tenaga pendidik.

Paket bantuan yang didistribusikan tersebut terdiri dari tiga kategori utama: perlengkapan sekolah (seperti tas dan alat tulis), perlengkapan kesehatan, serta perlengkapan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar di masa darurat.

Mekanisme Distribusi Dua Jalur

Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua skema untuk memastikan efektivitas dan jangkauan distribusi:

  1. Melalui Posko Nasional Bencana Sumbar: Sebagian bantuan diserahkan secara kolektif untuk dikoordinasikan dengan satgas penanggulangan bencana setempat.

  2. Penyerahan Langsung: Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Faisal Syahrul, terjun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan pihak yang paling membutuhkan.

Menjangkau Sekolah di Wilayah Terdampak

Dalam kunjungan kerjanya, Irjen Faisal Syahrul mendatangi sejumlah sekolah yang mengalami dampak signifikan akibat bencana. Kehadiran beliau bertujuan untuk memberikan dukungan moral sekaligus meninjau kondisi infrastruktur sekolah. Beberapa sekolah yang menerima bantuan langsung di antaranya:

  • SDN 19 Lurah Dalam

  • SMP 4 Palupuh

  • SDN 19 Koto Kaciak

  • SDN 14 Sungai Gantung

  • 7 Sekolah di wilayah Kabupaten Pasaman

“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan bahwa meski di tengah situasi pascabencana, anak-anak kita tetap memiliki perlengkapan yang layak untuk kembali belajar,” ujar Faisal Syahrul di sela-sela penyerahan bantuan.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat masa pemulihan psikologis siswa (trauma healing) melalui ketersediaan fasilitas belajar yang memadai, sehingga aktivitas akademik di Sumatera Barat dapat segera kembali normal.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *