Berita

Internalisasi Penanaman Nilai-Nilai Integritas Serta Sosialisasi pencegahan dan Penanganan Kekerasan Pada Satuan Pendidikan Hadirkan Wamen Kemendikdasmen dan Anggota DPR RI

Internalisasi Penanaman Nilai-Nilai Integritas Serta Sosialisasi pencegahan dan Penanganan Kekerasan Pada Satuan Pendidikan Hadirkan Wamen Kemendikdasmen dan Anggota DPR RI

Tasikmalaya, 17 Oktober 2025 — Dalam rangka memperkuat budaya integritas dan menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari praktik korupsi serta kekerasan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Inspektorat Jenderal menyelenggarakan kegiatan Internalisasi Penanaman Nilai-Nilai Integritas Serta Sosialisasi pencegahan dan Penanganan Kekerasan Pada Satuan Pendidikan Tahun 2025 pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., sebagai keynote speaker, serta Anggota Komisi X DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat, Ferdiansyah, S.E., M.M., sebagai narasumber utama. Keduanya memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya membangun tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi.

Dalam sambutannya, Prof. Atip menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat pengawasan, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan pendidikan. “Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus diinternalisasikan sejak dini di lingkungan sekolah. Upaya ini bukan sekadar aturan, melainkan gerakan moral bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ferdiansyah, S.E., M.M., menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan legislatif dalam memperkuat kebijakan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, murid dan pengawas dari berbagai daerah di Jawa Barat. Melalui sesi diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman mendalam tentang strategi implementasi pencegahan korupsi dan mekanisme penanganan kekerasan di satuan pendidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Inspektorat Jenderal Kemendikdikdasmenterus berkomitmen untuk memperkuat pengawasan internal dan membangun ekosistem pendidikan yang berintegritas. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai antikorupsi dan anti-kekerasan semakin melekat dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan nasional.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *